Madrid – Antoine Griezmann resmi melakoni laga kandang terakhirnya bersama Atletico Madrid di Stadion Metropolitano usai kemenangan 1-0 atas Girona. Momen emosional ini menjadi penutup resmi perjalanan karier sang penyerang asal Prancis bersama klub ibu kota Spanyol tersebut, sebelum ia melanjutkan petualangan barunya di liga Amerika Serikat (MLS) bersama Orlando City pada musim panas mendatang.

Di hadapan ribuan pendukung Atletico Madrid, Griezmann menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait keputusannya meninggalkan klub untuk bergabung dengan Barcelona pada 2019 lalu. Ia mengakui bahwa perpindahan tersebut merupakan kesalahan besar dalam karier profesionalnya yang didasari oleh ketidaksiapannya saat itu.

“Saya tahu banyak dari kalian sudah tahu, dan beberapa masih belum, tetapi saya minta maaf lagi karena bergabung dengan Barcelona. Saya tidak menyadari betapa besar cinta yang saya miliki di sini. Saya masih sangat muda dan melakukan kesalahan. Kini saya sadar dan kami telah melakukan segala upaya untuk menikmati hidup kembali di sini,” ujar Griezmann.

Selama dua periode membela Atletico Madrid, Griezmann telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu ikon terbesar klub. Ia mencatatkan sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico dan menempati posisi puncak dalam daftar pemain dengan jumlah penampilan terbanyak. Meskipun ia belum mampu mempersembahkan gelar La Liga maupun Liga Champions, Griezmann menegaskan bahwa ikatan emosional dengan para suporter jauh lebih berharga daripada trofi apa pun.

“Saya belum berhasil membawa pulang gelar La Liga atau trofi Liga Champions, tetapi cinta ini lebih berharga. Saya akan membawanya sepanjang hidup saya,” tambahnya.

Dalam pidato perpisahannya, Griezmann memberikan apresiasi mendalam kepada pelatih Diego Simeone. Ia menyebut sosok Simeone sangat krusial dalam membentuk kariernya hingga mencapai level dunia. Griezmann mengakui bahwa di bawah arahan Simeone, ia mampu mencapai puncak prestasi, termasuk saat membawa tim nasional Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.

“Berkat Anda, ada begitu banyak kegembiraan di stadion ini. Berkat Anda, saya menjadi juara dunia dan merasa menjadi pemain terbaik. Saya berhutang budi banyak kepada Anda dan merupakan suatu kehormatan untuk berjuang bagi Anda,” tutur Griezmann.

Rekan setimnya, kiper Jan Oblak, turut memberikan penghormatan dengan menyebut Griezmann sebagai sosok yang seharusnya pernah meraih gelar individu Ballon d’Or. Selama berkarier, Griezmann memang sempat menempati peringkat ketiga Ballon d’Or sebanyak dua kali, yakni pada 2016 dan 2018.

Kini, meski hubungan sempat merenggang akibat kepindahannya di masa lalu, malam perpisahan di Metropolitano menjadi bukti bahwa nama Antoine Griezmann tetap memiliki tempat istimewa di hati para pendukung Los Colchoneros. Kepergiannya ke Amerika Serikat menandai akhir dari sebuah era penting dalam sejarah modern Atletico Madrid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *