Las Vegas – Georges St-Pierre memberikan peringatan kepada Conor McGregor agar tidak mengambil alih kendali pelatihan saat mempersiapkan kembalinya ke UFC. St-Pierre menekankan pentingnya McGregor menyerahkan sepenuhnya proses latihan kepada tim pelatih agar persiapan berjalan optimal dan tidak merugikan performanya di atas oktagon.

McGregor dijadwalkan tampil kembali di UFC 329 pada 12 Juli mendatang melawan Max Holloway. Ini menjadi penampilan pertamanya setelah absen selama lima tahun akibat cedera patah kaki yang dialaminya saat melawan Dustin Poirier dalam trilogi mereka.

Selama kariernya, McGregor dikenal sangat dekat dengan pelatih utama John Kavanagh dan pelatih striking Owen Roddy di SBG Ireland. Namun, kini petarung asal Irlandia itu juga memiliki fasilitas latihan pribadi lengkap di rumah dan melakukan sparring dengan petinju serta petarung MMA pilihan.

St-Pierre, yang selama kariernya identik dengan Tristar Gym di Kanada, menilai batasan antara peran petarung dan pelatih harus dijaga dengan tegas. Ia mengkhawatirkan jika McGregor terlalu mengatur kamp latihan, hal tersebut justru dapat menimbulkan masalah saat bertanding.

Dalam wawancara di The Break Talk, St-Pierre menyatakan, “Dia harus menempatkan dirinya sebagai atlet yang mengikuti arahan, bukan menjadi bos. Biarkan pelatihnya yang memimpin. Saat bertarung, situasinya sangat tidak menyenangkan dan Anda tidak mengendalikan apa pun, banyak hal terjadi.”

Menurut St-Pierre, petarung perlu terbiasa menghadapi situasi yang tidak bisa dikontrol selama latihan agar siap menghadapi kondisi nyata di oktagon. “Anda hanya bisa mengendalikan apa yang bisa dikendalikan, tapi banyak hal yang tidak bisa. Jadi, Anda harus menciptakan lingkungan latihan yang merefleksikan kenyataan itu. Jika Anda mencoba mengendalikan segalanya sendiri dan tidak membiarkan pelatih menjalankan perannya, itu akan menjadi masalah,” ujarnya.

Mantan juara kelas welter UFC itu menambahkan bahwa kamp latihan ideal harus dirancang sedekat mungkin dengan tantangan yang akan dihadapi saat pertandingan berlangsung, agar petarung siap secara mental dan fisik menghadapi segala kemungkinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *