Jakarta – Como 1907 memastikan diri melaju ke babak penyisihan grup Liga Champions musim depan setelah menundukkan tuan rumah Cremonese dengan skor telak 4-1. Laga penentuan pekan terakhir Liga Italia 2025/26 yang berlangsung di Stadio Giovanni Zini, Senin, tersebut menjadi catatan sejarah bagi klub tersebut karena berhasil mengamankan satu tempat di kompetisi kasta tertinggi Eropa.

Kemenangan impresif ini diraih berkat penampilan gemilang Lucas Da Cunha yang mencetak dua gol. Sementara itu, dua gol sisanya disumbangkan oleh Jesus Rodriguez dan Anastasios Douvikas. Cremonese sempat memberikan perlawanan melalui gol hiburan yang dicetak oleh Federico Bonazzoli, namun tidak mampu membendung dominasi tim tamu.

Keberhasilan Como menembus zona empat besar klasemen akhir Liga Italia semakin terkonfirmasi setelah rival mereka, AC Milan, menelan kekalahan di San Siro. Hasil negatif yang diderita AC Milan membuat posisi Como di klasemen aman, sekaligus mengunci tiket menuju Liga Champions musim depan.

Di sisi lain, hasil pertandingan ini membawa dampak buruk bagi Cremonese. Kekalahan tersebut memastikan langkah tim asuhan tersebut terhenti dan harus rela terdegradasi ke Serie B pada musim depan. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, yang mengawal gawang Cremonese, tidak mampu menghindarkan timnya dari kekalahan krusial tersebut.

Jalannya pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal karena kedua tim memiliki kepentingan besar. Como sempat memberikan ancaman melalui sundulan Assane Diao yang masih melenceng dari sasaran. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36 ketika Jesus Rodriguez mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut tercipta memanfaatkan kesalahan antisipasi dari Giuseppe Pezzella yang gagal menyapu bola dengan sempurna.

Memasuki babak kedua, Como semakin meningkatkan intensitas serangan. Anastasios Douvikas memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-51 setelah menerima umpan matang dari Jesus Rodriguez. Cremonese sempat memberikan respons cepat empat menit berselang melalui eksekusi penalti Federico Bonazzoli, menyusul pelanggaran terhadap Jamie Vardy di kotak terlarang.

Situasi berbalik menjadi sangat sulit bagi Cremonese setelah Alberto Grassi menerima kartu merah pada menit ke-70. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Como untuk memberondong pertahanan lawan. Lucas Da Cunha sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-74, sebelum akhirnya mencetak gol keduanya pada menit ke-81.

Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Bagi Como, pencapaian ini merupakan tonggak sejarah baru dalam perjalanan klub, sementara bagi Cremonese, hasil ini memaksa mereka untuk melakukan evaluasi besar-besaran di kompetisi kasta kedua musim depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *