Monterrey – Tim nasional Tunisia resmi tersingkir dari perhelatan Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan telak dalam dua pertandingan awal di Grup F. Langkah skuad berjuluk Elang Kartago tersebut terhenti lebih cepat setelah gagal meraih poin dari dua laga yang telah dijalani di Estadion BBVA, Meksiko.
Nasib buruk ini dialami di bawah arahan pelatih Herve Renard, yang ditunjuk secara mendadak menggantikan Sabri Lamouchi. Pergantian posisi juru taktik tersebut dilakukan federasi sepak bola Tunisia menyusul kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F, Senin (15/6/2026). Dalam laga tersebut, satu-satunya gol Tunisia disumbangkan oleh Omar Rekik pada menit ke-43. Sementara itu, lima gol kemenangan Swedia dicetak oleh dwigol Yasin Ayari, serta masing-masing satu gol dari Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Mattias Svanberg.
Kehadiran Herve Renard, pelatih yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia saat Arab Saudi takluk 0-2 di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ternyata belum mampu memberikan perubahan signifikan bagi performa Tunisia. Pada laga kedua melawan tim terkuat Asia, Jepang, yang berlangsung Minggu (21/6/2026), Tunisia kembali tak berdaya dan menelan kekalahan dengan skor telak 0-4.
Dominasi Jepang dalam pertandingan tersebut terlihat nyata melalui empat gol yang dilesakkan oleh Daichi Kamada pada menit ke-4, Ayase Ueda yang mencetak dua gol pada menit ke-31 dan 83, serta satu gol tambahan dari Junya Ito pada menit ke-69. Kekalahan ini memastikan Tunisia tidak memiliki peluang lagi untuk melaju ke babak 32 besar, meskipun mereka masih menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Belanda pada Jumat (26/6/2026).
Secara matematis, kemenangan atas Belanda tidak akan mampu menolong Tunisia untuk memperbaiki posisi di klasemen grup. Raihan maksimal tiga poin tidak cukup untuk membawa mereka menembus posisi dua besar, yang merupakan syarat mutlak untuk lolos ke fase gugur.
Menanggapi hasil minor tersebut, Herve Renard mengakui adanya kesenjangan kualitas antara tim asuhannya dengan Jepang. Ia menyebut bahwa performa yang ditampilkan anak asuhnya jauh dari ekspektasi awal tim pelatih.
“Ini bukan penampilan yang kami harapkan,” ujar Renard sebagaimana dikutip dari The Japan Times. “Skor pertandingan kedua ini sangat berat, tetapi ini mencerminkan perbedaan antara kedua tim malam ini,” tambahnya.
Kegagalan Tunisia di Piala Dunia 2026 menambah daftar panjang tim yang harus angkat koper lebih awal. Selain Tunisia, tim lain yang juga telah dipastikan tersingkir dari kompetisi ini adalah Haiti dan Turki. Kini, fokus Tunisia dalam laga pamungkas melawan Belanda hanya sebatas menjaga kehormatan tim sebelum meninggalkan turnamen setelah fase penyisihan grup berakhir.











