Budapest – Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Vitinha, mendedikasikan gelar juara Liga Champions kedua secara beruntun kepada mantan bintang klub tersebut, Lionel Messi. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas keraguan yang sempat dilontarkan Messi saat meninggalkan Paris pada 2023 lalu.

PSG memastikan gelar juara Liga Champions musim 2025/2026 setelah menaklukkan Arsenal melalui drama adu penalti dalam laga final yang berlangsung di Budapest, Sabtu (30/5/2026). Vitinha tampil sebagai pemain kunci dalam pertandingan tersebut dan dinobatkan sebagai Man of The Match oleh tim analis UEFA berkat kontribusinya dalam menggalang lini tengah serta mengatur tempo permainan tim.

Keberhasilan ini menjadi trofi Liga Champions kedua bagi klub berjuluk Les Parisiens tersebut dalam dua musim berturut-turut. Bagi Vitinha, pencapaian ini merupakan jawaban atas pernyataan Messi yang sebelumnya memprediksi bahwa PSG tidak akan mampu menjuarai kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

“Saat meninggalkan Paris, dia bilang kami tidak akan pernah memenangi Liga Champions, tapi sekarang kami menjuarainya dua kali beruntun. Saya harap dia menontonnya,” ujar Vitinha, yang pada tahun 2025 sukses menduduki peringkat ketiga dalam penghargaan Ballon d’Or.

Selama periode 2021 hingga 2023, Lionel Messi sempat membela PSG bersama Neymar dan Kylian Mbappe. Namun, trio tersebut gagal membawa trofi Liga Champions ke Paris. Selama masa baktinya, Messi hanya mampu mempersembahkan dua gelar juara Liga Prancis dan satu Piala Super Prancis. Kegagalan tersebut kontras dengan perkembangan tim pasca kepergian sang megabintang.

Di bawah arahan pelatih Luis Enrique, PSG justru bertransformasi menjadi kekuatan kolektif yang dominan di Eropa. Tanpa kehadiran trio bintang tersebut, Enrique berhasil membangun sistem permainan yang solid dan efisien, yang terbukti mampu mengantarkan klub meraih gelar Liga Champions secara berturut-turut.

Vitinha menegaskan bahwa serangkaian gelar juara yang diraih timnya adalah pembuktian nyata bahwa opini Messi tidak lagi relevan. Ia menekankan pentingnya menghormati pencapaian karier Messi, namun tetap berpegang pada realitas di lapangan yang menunjukkan bahwa prediksi tersebut tidak terbukti.

“Memenangkan dua gelar Liga Champions dalam dua tahun adalah hal luar biasa. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya perkembangan tim kami,” imbuh pemain timnas Portugal tersebut.

Menurut Vitinha, keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras kolektif seluruh elemen tim. Meskipun terdapat rasa hormat terhadap rekam jejak Messi di dunia sepak bola, Vitinha menegaskan bahwa PSG telah membuktikan kapasitasnya sebagai tim elite yang mampu mematahkan keraguan banyak pihak.

“Tentu saja kami sangat menghormati Messi atas segala pencapaiannya di dunia sepak bola. Namun, di lapangan, kami ingin membuktikan bahwa orang-orang bisa saja salah, dan itulah yang sedang kami lakukan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *