Manchester – Julukan ikonik Manchester United, The Red Devils atau Setan Merah, ternyata memiliki akar sejarah yang tidak berasal dari dunia sepak bola. Identitas yang kini melekat kuat pada klub asal Inggris tersebut justru terinspirasi dari cabang olahraga lain, yakni rugby.
Sejarah penggunaan julukan ini bermula pada era 1960-an. Saat itu, pelatih legendaris Manchester United, Sir Matt Busby, berupaya membangun kembali citra klub. Sebelumnya, skuad Manchester United dikenal luas dengan sebutan Busby Babes, sebuah julukan yang merujuk pada generasi pemain muda berbakat yang sempat mendominasi kancah sepak bola Inggris sebelum akhirnya terhenti oleh tragedi.
Pasca periode pemulihan tim, Sir Matt Busby menginginkan identitas baru yang lebih tegas, berani, dan mampu memberikan efek intimidasi bagi lawan di lapangan. Dalam pencariannya, Busby terinspirasi oleh klub rugby asal Salford, yaitu Salford Red Devils, yang saat itu sudah populer dengan julukan tersebut.
Busby menilai julukan The Red Devils memiliki aura yang sangat kuat. Kata Red dipilih untuk merepresentasikan warna kebesaran Manchester United, sementara kata Devils memberikan kesan garang, tangguh, dan sulit ditaklukkan. Keputusan untuk mengadopsi julukan dari dunia rugby tersebut akhirnya diresmikan oleh Busby sebagai identitas baru Manchester United.
Seiring berjalannya waktu, julukan tersebut mendapatkan tempat permanen dalam sejarah klub. Pengaruh identitas ini bahkan merambah ke aspek visual, di mana sosok iblis yang membawa trisula kini resmi diabadikan dalam lambang klub sebagai simbol kekuatan serta keberanian para pemain di lapangan.
Kini, The Red Devils telah bertransformasi dari sekadar julukan menjadi bagian integral dari budaya dan identitas global klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, sebutan ini seringkali lebih populer dan lebih sering digunakan oleh para penggemar sepak bola dibandingkan nama resmi klub itu sendiri.
Perjalanan panjang julukan ini menunjukkan bagaimana sebuah identitas klub besar dapat terbentuk dari inspirasi yang tidak terduga. Apa yang dimulai dari lapangan rugby di Salford kini telah menjelma menjadi simbol kebanggaan bagi jutaan pendukung Manchester United di seluruh dunia. Warisan sejarah ini terus dipelihara dan menjadi elemen penting dalam membangun narasi klub yang terus membanggakan sejarah serta prestasinya di kancah sepak bola profesional hingga hari ini. Identitas tersebut tetap menjadi salah satu elemen yang paling dikenal dalam industri olahraga global, membuktikan bahwa sebuah julukan dapat memiliki pengaruh yang sangat mendalam bagi masa depan dan citra sebuah institusi olahraga profesional.









