Sydney – Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, kembali menegaskan dominasinya atas para pemain asal China setelah sukses menjuarai turnamen Australian Open 2026. Dalam babak final yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6/2026), Alwi menaklukkan wakil China, Dong Tian Yao, melalui dua gim langsung dengan skor identik 21-13 dan 21-13.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor impresif Alwi yang kini tercatat tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhirnya melawan pemain asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Catatan ini menempatkan Alwi sebagai salah satu pemain yang paling disegani oleh skuad China, mengingat dominasi negara tersebut di kancah bulu tangkis dunia yang sangat kental.

Sepanjang periode tak terkalahkan yang dimulai sejak September 2025, Alwi telah menumbangkan enam dari delapan tunggal putra papan atas China. Deretan nama besar yang pernah ia kalahkan termasuk juara Asian Games Li Shi Feng, Weng Hong Yang, hingga raja bulu tangkis dunia, Shi Yu Qi. Kemenangan atas Shi Yu Qi terjadi pada babak 16 besar Singapore Open 2026 dengan skor 21-16, 19-21, 21-14.

Alwi mengungkapkan bahwa keberhasilan di Australian Open merupakan buah dari evaluasi mendalam, terutama setelah ia mempelajari gaya permainan Dong Tian Yao yang sebelumnya sempat menyulitkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting dan Moh Zaki Ubaidillah. “Saya belajar dari pertemuan mereka sebelumnya untuk mengantisipasi serangan lawan. Dia punya postur tinggi dan bola atas yang tajam, namun saya bisa mengontrol permainan sejak gim pertama,” ujar Alwi.

Gelar juara ini menjadi momen kebangkitan bagi Alwi setelah sempat mengalami masa sulit, termasuk saat menjadi bagian dari tim Indonesia yang gagal menembus fase gugur Piala Thomas 2026. Alwi mengakui bahwa kegagalan tersebut sempat memukul mentalnya, namun ia memilih untuk bangkit melalui kerja keras di lapangan. “Saya sangat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas, namun saya tidak akan pernah menyerah. Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia,” tambahnya.

Performa Alwi memang menunjukkan tren meningkat sejak pertengahan tahun ini. Sebelum menjuarai Australian Open, ia berhasil menembus babak semifinal Singapore Open 2026, yang merupakan pencapaian terbaiknya di level Super 750. Meski sempat kalah dini di Indonesia Open 2026 dari rekan senegara, Jonatan Christie, Alwi tetap menunjukkan konsistensi saat menghadapi pemain elite dunia, termasuk saat menyingkirkan wakil India, Lakshya Sen.

Ke depan, Alwi kini tengah bersiap menghadapi rangkaian turnamen berikutnya, termasuk China Open 2026. Dengan modal kepercayaan diri yang tinggi serta rekor pertemuan yang positif, Alwi diharapkan dapat terus menjaga momentum ini guna memperbaiki peringkatnya di jajaran elit tunggal putra dunia. Kekalahan terakhir Alwi dari pemain China tercatat terjadi pada China Masters 2025 saat ia takluk di tangan Li Shi Feng. Sejak saat itu, Alwi telah bertransformasi menjadi momok yang menakutkan bagi para pemain China di berbagai ajang internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *