Jakarta – Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dipastikan tidak akan mengikuti turnamen Orléans Masters 2026. Keputusan ini membuat keduanya hanya akan berpartisipasi dalam tiga turnamen Eropa beruntun dalam kalender BWF World Tour 2026.
Tiwi/Fadia, sapaan akrab keduanya, telah berangkat ke Jerman pada Sabtu malam (21/2) untuk memulai rangkaian kompetisi padat selama tiga pekan ke depan.
Turnamen pertama yang akan diikuti adalah German Open 2026 di Mülheim an der Ruhr, yang berlangsung pada 24 Februari hingga 1 Maret. Berdasarkan hasil undian sementara, mereka akan berhadapan dengan pasangan Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, di babak 32 besar.
Selanjutnya, Tiwi/Fadia akan melanjutkan perjalanan ke Inggris untuk mengikuti All England 2026 di Birmingham, pada 3–8 Maret. Turnamen ini menjadi salah satu target penting bagi mereka mengingat statusnya sebagai ajang bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia.
Rangkaian tur Eropa mereka akan ditutup di Swiss Open 2026 yang diselenggarakan di Basel, pada 10–15 Maret.
Namun, nama Tiwi/Fadia tidak tercantum dalam daftar peserta Orléans Masters 2026 yang dijadwalkan pada 17–22 Maret di Prancis. Informasi dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengonfirmasi bahwa pasangan Indonesia tersebut masuk dalam daftar pemain yang mengundurkan diri.
Absennya Tiwi/Fadia membuat kekuatan ganda putri Indonesia di Orléans Masters hanya akan diwakili oleh tiga pasangan lainnya. Mereka adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, serta pasangan pelatnas baru Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine.
Hingga berita ini diturunkan, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) belum merilis pernyataan resmi mengenai alasan mundurnya Tiwi/Fadia dari turnamen di Orléans.
Sepanjang musim 2026, Tiwi/Fadia telah mengikuti dua turnamen. Mereka berhasil mencapai perempat final di Indonesia Masters 2026 dan meraih gelar juara di Thailand Masters 2026. Selain itu, keduanya juga menjadi bagian dari skuad beregu putri Indonesia pada Badminton Asia Team Championships 2026.
Keputusan untuk mengurangi jumlah turnamen dalam tur Eropa kerap diambil oleh pemain elite guna menjaga kondisi fisik dan performa, terutama menjelang rangkaian turnamen besar yang berdekatan dalam kalender BWF World Tour.











