Padang – Honda Racing Corporation (HRC) dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan sensasional untuk MotoGP 2027 dengan membidik duet Fabio Quartararo dan Pedro Acosta. Pabrikan Jepang itu siap memanfaatkan kekuatan finansialnya untuk mewujudkan tim impian tersebut.
Rumor mengenai transfer pembalap atau “Silly Season” untuk MotoGP 2027 semakin ramai diperbincangkan. Honda disebut-sebut berani bersaing untuk mendapatkan pembalap top.
Sejak Marc Marquez hengkang ke Gresini pada MotoGP 2024, Honda terus berbenah. Duet Luca Marini dan Joan Mir diproyeksikan untuk memberikan masukan kepada insinyur Honda dalam mengembangkan RC213V.
Honda mulai menunjukkan perkembangan positif, meski belum mampu mengalahkan dominasi Desmosedici Ducati. Namun, RC213V yang dikendarai Joan Mir, Luca Marini, atau Johann Zarco dari LCR Honda, beberapa kali mampu bersaing di perebutan podium.
Kondisi ini memunculkan optimisme, namun juga spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya Marc Marquez ke Honda. Meskipun peluang itu ada, Marquez dinilai lebih mungkin bertahan di Ducati yang telah memberinya motor kompetitif.
Lantas, bagaimana Honda bisa bersaing dengan Aprilia atau Ducati? Mereka membutuhkan pembalap dengan kemampuan istimewa, seperti Marc Marquez yang telah menyumbangkan enam gelar juara dunia.
Dua nama yang dianggap memiliki potensi tersebut adalah Fabio Quartararo dan Pedro Acosta. Keduanya dinilai berada satu tingkat di atas Pecco Bagnaia, Marco Bezzecchi, atau bahkan Joan Mir. Fabio Quartararo telah membuktikan kemampuannya dengan meraih gelar juara dunia MotoGP 2021 bersama Yamaha.
Kebangkitan performa motor Honda sepanjang MotoGP 2025 menjadi faktor pendorong. Peralihan mereka ke status konsesi Tier C di akhir musim lalu menjadi sinyal positif bahwa proyek pengembangan RC213V mulai menunjukkan arah yang benar.
Honda tidak ingin melewatkan momentum ini, terutama dengan perubahan regulasi besar pada 2027 yang mencakup mesin 850cc dan pemasok ban baru.
Jurnalis MotoGP David Emmett dari MotoMatters melaporkan bahwa Honda siap mengajukan tawaran besar kepada Fabio Quartararo dan Pedro Acosta.
Keduanya dianggap sebagai pembalap bertalenta luar biasa yang belum mendapatkan motor dengan level kompetitif yang konsisten.
Quartararo masih berjuang bersama Yamaha yang performanya dinilai tertinggal. Sementara itu, Pedro Acosta dipandang sebagai permata masa depan MotoGP.
Meski belum meraih kemenangan di kelas utama, performanya bersama KTM kerap dianggap melampaui potensi motornya. Honda diyakini melihat Acosta sebagai investasi jangka panjang yang ideal untuk era regulasi baru.
Nama Marquez sendiri masih memiliki daya tarik emosional bagi Honda, namun peluang reuni pada 2027 dinilai sangat kecil.
Saat ini, Honda masih mengandalkan Luca Marini dan Joan Mir. Namun, banyak pihak meyakini keduanya tidak akan menjadi tumpuan utama tim ini dalam jangka panjang.
Jika Honda berhasil mengamankan Quartararo atau Acosta, langkah tersebut bisa menjadi pernyataan tegas bahwa mereka siap kembali menjadi kekuatan utama MotoGP pada era baru.











