Jakarta – Perkembangan pesat olahraga padel memunculkan isu baru terkait perlengkapan pemain, yakni panas berlebih pada sepatu. Masalah ini diperkirakan semakin terasa pada 2026 seiring meningkatnya intensitas permainan dan perubahan karakter lapangan.
Kondisi ini membuat sepatu padel tidak lagi sekadar tentang grip dan stabilitas, melainkan juga soal kenyamanan dan performa pemain akibat panas di dalam sepatu.
René Zandbergen, Head of Innovation and Research ASICS Sports, mengungkapkan perubahan terbesar pada sepatu padel justru datang dari evolusi lapangan. Permukaan lapangan yang semakin bervariasi mengubah kebutuhan grip secara signifikan dan berdampak pada desain sepatu.
ASICS merespons dengan mengembangkan Sonic Smash FF yang mengadopsi pola herringbone ala tenis, namun dengan orientasi berbeda di tiap area kaki. Desain ini bertujuan menyesuaikan arah traksi yang lebih kompleks dalam padel.
Berbeda dengan sepatu tenis, sepatu padel membutuhkan pola sol multi-arah untuk mendukung putaran dan pivot agresif. Chevron pada sol sepatu padel tidak hanya horizontal, tetapi juga vertikal dan diagonal, terutama di bagian forefoot.
Pola ini meningkatkan kontrol dan akselerasi, namun juga berkontribusi pada peningkatan gesekan internal yang memicu akumulasi panas di dalam sepatu. Jika tidak diimbangi teknologi ventilasi memadai, kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan hingga risiko cedera ringan.
ASICS tidak merancang satu jenis sepatu padel untuk semua pemain. Setiap model dikembangkan berdasarkan profil permainan berbeda, mulai dari pemain kontrol hingga pemain eksplosif. Untuk pemain kontrol, sepatu seperti Resolution Padel menekankan stabilitas dengan struktur lebih kaku.
Sebaliknya, pemain cepat dan mobile membutuhkan sepatu padel ringan seperti Sonic Smash FF dengan fleksibilitas tinggi. Perbedaan konstruksi ini juga memengaruhi sirkulasi udara dan manajemen panas di dalam sepatu.
Salah satu alasan utama sepatu padel lebih cepat panas dibanding sepatu tenis adalah karakter gerakannya. Dalam padel, pergerakan lebih pendek, cepat, dan eksplosif. Akselerasi mendadak, berhenti tiba-tiba, serta rotasi kaki yang sering menghasilkan panas dalam waktu singkat.
Zandbergen menegaskan intensitas inilah yang membuat sepatu padel membutuhkan sistem ventilasi khusus. Tanpa inovasi material, masalah panas berlebih akan terus menjadi tantangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ASICS memperkenalkan mesh nilon yang sangat breathable pada sepatu padel generasi terbaru. Material ini dirancang untuk membuang panas dengan cepat saat terjadi aktivitas berulang.
Selain itu, struktur sol dilengkapi flex grooves dan zona pivot yang diperkuat untuk mengurangi tekanan berlebih. Meski demikian, dengan intensitas padel yang terus meningkat, isu panas diperkirakan tetap menjadi tantangan besar di tahun 2026. Inovasi harus terus berjalan agar sepatu padel mampu mengikuti evolusi permainan.
ASICS mengandalkan kolaborasi erat dengan pemain profesional dalam mengembangkan sepatu padel. Prosesnya melibatkan pengujian prototipe, evaluasi detail, hingga validasi akhir sebelum produksi massal.
Masukan atlet membantu ASICS memahami titik panas, area tidak nyaman, dan reaksi sepatu terhadap lapangan. Pendekatan ini membuat sepatu padel semakin presisi, tetapi juga menegaskan bahwa tuntutan fisik padel semakin tinggi. Ke depan, sepatu padel dituntut tidak hanya kuat dan stabil, tetapi juga mampu mengelola panas secara optimal agar pemain tetap tampil maksimal sepanjang pertandingan.











