Yogyakarta – PSIM Yogyakarta secara resmi memensiunkan nomor punggung 91 milik Rafael de Sa Rodrigues alias Rafinha sebagai bentuk penghormatan setelah sang striker Brasil hengkang ke PSIS Semarang.
Keputusan emosional ini diambil sebagai apresiasi atas jasa besar Rafinha yang berhasil mengantarkan Laskar Mataram kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah penantian selama 18 tahun.
“Nomor punggung dipensiunkan, warisan tetap hidup,” tulis PSIM di akun Instagram resminya, Senin (29/12/2025).
Selama membantu PSIM promosi ke BRI Super League, Rafinha mencatatkan 20 gol dari 22 pertandingan Championship (Liga 2). Ketajamannya menjadi faktor kunci yang membawa PSIM juara Liga 2 musim lalu dan meraih tiket promosi. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 2 2024-25.
Salah satu momen ikonik adalah golnya ke gawang Bhayangkara FC dalam kemenangan 2-1 di final yang digelar di Stadion Manahan, Solo.
Namun, peruntungan Rafinha berubah di Super League. Dari 15 pekan musim ini, ia hanya tampil tiga kali, itu pun bukan sebagai starter. Pelatih Jean-Paul van Gastel lebih memercayakan lini depan kepada Nermin Haljeta.
Demi mendapatkan menit bermain reguler, Rafinha memilih bergabung dengan PSIS Semarang yang saat ini berjuang keluar dari posisi juru kunci Grup B di Championship (Liga 2).
“Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa ke PSIS Semarang,” ujar Manajer PSIM, Razzi Taruna, Selasa (30/12).
Perpisahan ini dirasa berat oleh sang striker. Rafinha mengaku memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan Kota Yogyakarta dan suporter setianya.
“Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” ungkap pemain berusia 33 tahun tersebut.
Meski tak lagi berseragam biru parang, Rafinha tetap mendoakan kesuksesan rekan-rekannya di PSIM yang saat ini menghuni posisi kelima klasemen Super League dengan 24 poin.
“Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah,” pungkasnya.











