Bogor – Kerangka manusia yang diduga kuat adalah Alvaro Kiano Nugroho (6 tahun), bocah yang dilaporkan hilang delapan bulan lalu, ditemukan di sekitar Kali Cirewed, Bogor.
Jenazah tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala RS Polri, Brigadir Jenderal Prima Heru Yulih, menjelaskan bahwa tim forensik menerima dua kantong jenazah berlabel Mr X yang diduga milik Alvaro pada Senin (24/11/2025) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.
“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan luar dan dalam,” kata Brigjen Prima.
Pemeriksaan forensik meliputi analisis bagian luar dan dalam kerangka, identifikasi antropologi forensik, serta pencocokan data awal. Brigjen Prima menambahkan proses ini membutuhkan ketelitian tinggi mengingat kondisi jenazah yang hanya berupa kerangka.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Nicholas Ary Lilipaly, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil tes DNA kerangka tersebut, yang diperkirakan akan diumumkan pada Kamis, 27 November 2025. “Nanti saja akan kami umumkan,” ujarnya.
Alvaro dilaporkan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025. Kakek korban, Tugimin (71 tahun), menduga cucunya diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayah korban. Saat hilang, Alvaro mengenakan kaus hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Ciri-ciri fisiknya adalah tubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak, serta memiliki lesung pipi.
Polisi telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya untuk mencari Alvaro.
Kendala dalam pencarian adalah rekaman CCTV yang otomatis terhapus setiap hari. Keluarga juga melaporkan kehilangan Alvaro tidak pada hari kejadian, sehingga rekaman CCTV tidak tersimpan.
Polisi telah menelusuri berbagai informasi dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, pesan langsung (DM) Instagram, serta saluran aduan Kapolsek.











