Barcelona – Sebuah biografi baru tentang Robert Lewandowski mengungkap detail mengejutkan mengenai kondisi finansial Barcelona saat sang pemain bergabung. Buku tersebut memuat sejumlah permintaan internal klub yang tak lazim kepada striker Polandia itu.
Permintaan-permintaan ini mengindikasikan betapa gentingnya situasi ekonomi Barcelona saat itu.
Salah satu yang paling mencolok adalah permintaan agar Lewandowski tidak mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir musim tersebut. Klub khawatir tambahan gol akan memicu bonus mahal dalam kontraknya. Permintaan ini mengejutkan Lewandowski, yang belum pernah mengalami hal serupa sepanjang kariernya.
Alasan di balik permintaan tersebut adalah potensi kewajiban membayar bonus sebesar 2,5 juta Euro kepada Bayern Munchen jika Lewandowski mencapai 25 gol dalam semusim. Kondisi keuangan klub memaksa mereka mencari cara untuk menunda atau menghindari pembayaran bonus tersebut.
Selain itu, Lewandowski juga menerima instruksi halus agar bermain lebih aman dan tidak terlalu agresif. Tujuannya adalah untuk mengurangi peluang mencetak gol tanpa terlihat disengaja. Strategi ini mencerminkan tekanan finansial yang dialami manajemen Barcelona.
Lebih lanjut, Lewandowski juga mendapati pengurangan menu makanan tim selama perjalanan. Ketika ia menanyakan alasannya, koki menjelaskan bahwa klub sedang melakukan penghematan anggaran.
Manajemen Barcelona secara terbuka menjelaskan kepada para pemain senior, termasuk Lewandowski, bahwa semua kebijakan tersebut diambil demi menjaga stabilitas finansial klub. Mereka mengakui bahwa situasi ekonomi klub sangat rapuh. Pengakuan ini membuka mata Lewandowski terhadap tantangan internal yang dihadapi klub barunya.











