Sport
Selasa, 17 Maret 2026 – 09:00 WIB
VIVA – Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar dari rangkaian turnamen bulu tangkis internasional dalam beberapa pekan terakhir masih belum terwujud. Meski demikian, sektor tunggal Merah Putih mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah tiga wakilnya berhasil menembus partai final di dua turnamen berbeda.
Setelah nirgelar di German Open 2026 dan All England 2026, para pebulu tangkis tunggal Indonesia akhirnya mampu mencatatkan tiga posisi runner-up dalam dua turnamen yang berlangsung beruntun, yakni Ruichang China Masters 2026 dan Swiss Open 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prahdiska Bagas Shujiwo menjadi wakil pertama yang hampir membawa pulang gelar. Ia melaju hingga final Ruichang China Masters 2026, namun harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Ruichang Sports Park Gym, China, Minggu 15 Maret 2026, Bagas kalah dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 11-21.
Prahdiska Bagas Pebulu tangkis kelahiran Pati, Jawa Tengah tersebut mengaku kesulitan keluar dari tekanan permainan agresif yang ditunjukkan lawannya sejak awal laga. Ia sempat mencoba menyesuaikan tempo permainan pada gim kedua. Namun beberapa pengembalian yang kurang maksimal justru dimanfaatkan Sun untuk menambah angka.
“Saya tidak bisa bermain seperti biasa. Ke depannya, mungkin, saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas melalui keterangan yang dikutip PBSI.
Hasil serupa juga diraih dua wakil Indonesia lainnya di Swiss Open 2026 yang berlangsung di Basel, Swiss.
Putri Kusuma Wardani atau Putri KW yang menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia dalam turnamen tersebut berhasil melangkah hingga partai final. Namun ia harus mengakui keunggulan pemain Thailand, Supanida Katethong.
Dalam pertandingan puncak, Putri kalah dua gim dengan skor 11-21 dan 15-21.
Putri mengaku sepanjang pertandingan berada di bawah tekanan permainan Supanida yang tampil agresif dan mampu mengontrol ritme pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up, tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini,” tutur atlet yang juga berprofesi sebagai polisi tersebut.
Meski gagal meraih gelar, Putri menilai dua pekan terakhir menjadi pengalaman berharga baginya karena harus menghadapi sejumlah pemain papan atas dunia dengan karakter permainan yang berbeda. Ia bahkan menyinggung perbedaan gaya permainan dari beberapa lawan tangguh yang dihadapinya, seperti ketangguhan An Se Young hingga kekuatan serangan Supanida.











