New Delhi – Tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menghadapi tantangan adaptasi cuaca dingin dan kering di India Open 2026 yang akan digelar di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, pada 13-18 Januari 2026. Ajang level Super 750 ini merupakan pengalaman pertama Putri tampil di India Open.
“Udaranya lumayan dingin dan kering, baik di luar maupun di dalam lapangan. Saya harus beradaptasi dengan kondisi ini dan melakukan pemanasan ekstra supaya saat masuk lapangan sudah panas,” ujar Putri.
Selain cuaca, Putri juga menyoroti kondisi arena yang dinilai masih perlu perbaikan. “Arenanya sebenarnya sama seperti turnamen lain, hanya tadi masih agak kotor dan berdebu. Semoga besok saat pertandingan kondisinya sudah lebih baik,” tambahnya.
Di babak 32 besar, Putri akan berhadapan dengan wakil Kanada, Michelle Li. Keduanya pernah bertemu di semifinal Australian Open 2025, di mana Putri menang tiga gim dengan skor 17-21, 21-16, 21-18.
Putri menyadari pertandingan kali ini tidak akan mudah, terutama dengan perbedaan kondisi lapangan. “Pertemuan pertama di Australia lalu saya menang tiga gim dan itu tidak mudah. Dengan kondisi lapangan yang berbeda, saya harus lebih menyiapkan diri,” ucapnya.
Ia telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam permainan lawan. “Saya ingin lebih membatasi bola atas dia dan harus siap lebih capek,” tegas Putri.
Indonesia menurunkan empat wakil di India Open 2026. Selain Putri Kusuma Wardani, wakil lainnya adalah Jonatan Christie (tunggal putra), Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra), serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri).











