Jakarta – Asosiasi Sepak Bola Nepal (ANFA) resmi melayangkan protes ke FIFA terkait kemenangan Malaysia dalam laga 25 Maret 2025.

ANFA menuntut pembatalan hasil pertandingan tersebut.

Pemicunya, Malaysia diduga menurunkan pemain ilegal dalam laga melawan Nepal.

ANFA menyoroti Hector Hevel, pencetak gol dalam kemenangan 2-0 Malaysia atas Nepal. Hevel ternyata tidak memenuhi syarat bermain.

FIFA sebelumnya menjatuhkan sanksi larangan bermain selama satu tahun kepada Hevel dan enam pemain Malaysia lainnya.

Sanksi tersebut diberikan akibat kasus pemalsuan dokumen kewarganegaraan.

Selain Hevel, enam pemain lain yang terlibat adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal.

“Asosiasi Sepak Bola Nepal telah mengajukan keluhan terhadap Malaysia, setelah Hevel dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh FIFA,” demikian pernyataan ANFA, seperti dikutip dari News Straits Times.

Langkah ANFA ini berpotensi memberikan dampak besar bagi Malaysia.

Sesuai regulasi, Malaysia terancam dinyatakan kalah 0-3 melawan Nepal dan Vietnam.

Pasalnya, Hevel dan enam pemain lainnya juga bermain saat Malaysia menang telak 4-0 atas Vietnam pada 10 Juni 2025.

Keputusan akhir terkait pembatalan hasil pertandingan akan ditentukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Saat ini, Malaysia memimpin klasemen Grup F dengan 12 poin.

Namun, jika FIFA dan AFC mengabulkan protes Nepal, posisi Malaysia di puncak klasemen terancam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *