Texas – Jorge Martín meraih kemenangan emosional dalam sprint race MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026). Pembalap juara dunia 2024 ini kembali ke performa terbaiknya setelah musim 2025 yang terganggu cedera, dengan dramatis menyalip Francesco Bagnaia di lap terakhir.

Balapan sprint yang berlangsung sengit ini sempat didominasi Bagnaia. Namun, Martín menunjukkan mental juara dengan manuver berani di tikungan 12 pada lap penutup untuk mengamankan podium tertinggi. Kemenangan ini menjadi penanda kembalinya Martín setelah periode sulit akibat cedera.

Bagnaia, rival utama Martín dalam perebutan gelar dua musim terakhir, mengakui kemenangan tersebut pantas diraih pembalap asal Spanyol itu. Ia menilai kekuatan Martín sudah diketahui banyak orang.

“Saya pikir semua orang tahu Martin dan seberapa kuat dia. Saya tidak bisa menambahkan banyak hal lagi,” ujar Bagnaia usai balapan.

“Saya bertarung dengannya selama dua musim berturut-turut untuk kejuaraan. Dia menang pada 2024. Kami sama-sama membuat banyak kesalahan, tetapi dia tetap menang dan lebih konsisten dari saya,” tambahnya.

Juara dunia dua kali itu menilai Martín telah bekerja keras sejak tes pramusim pertama di Thailand hingga awal musim. Oleh karena itu, kemenangan di Texas menjadi hasil yang layak. Bagnaia juga tidak mempermasalahkan manuver agresif Martín di lap terakhir, menganggapnya sebagai hal wajar dalam balapan.

Ucapan selamat juga datang dari juara dunia 2021, Fabio Quartararo. Meskipun menjalani sprint race yang sulit bersama Yamaha, Quartararo mengaku senang melihat Martín kembali meraih kemenangan setelah melewati berbagai cedera. Ia menilai momen ini sangat spesial bagi Martín.

Quartararo sempat bercanda bahwa ia tidak akan seganas itu kepada Martín di balapan berikutnya. “Sekarang dia sudah menang, dia bisa sedikit berada di belakang!,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *