Berbagai macam cara dapat dilakukan disaat kebosanan melanda, salah satunya yaitu dengan menonton atau aktif menggunakan sosial media. Itulah cara-cara yang dilakukan oleh karateka Sumbar Tiara Puja Kusuma untuk mengatasi kejenuhan yang dirasakannya di saat rutin melakukan latihan karate.
Wajar saja, karateka putri andalan Sumbar ini kadang merasa bosan, karena dalam satu hari ia berlatih karate tiga kali pada pagi, siang dan sore.”Biasanya kalau aktif di sosial media sering stalking-stalking yang kelihatannya menarik dan penting. Lumayan buat update berita biar nggak ketinggalan,” ucap karateka yang diharapkan dapat memberikan medali pada PON Jabar 2016 mendatang Tiara Puja Kusuma.
Namun untuk aktif di sosial media juga tidak sering dilakukannya, karena jadwal latihannya yang padat untuk menghadapi Pra PON karate Oktober mendatang. Tiara menceritakan saat ini hari-harinya selalu fokus untuk berlatih, Shubuh ia harus bangun dan memulai latihan pada pukul tujuh pagi, lalu selesai latihan pukul sebelas dan ia akan langsung pulang ke kos nya untuk beristirahat. Pukul tiga ia kembali prepare untuk latihan sampai Magrib.
Tiara mengakui selain fokus berlatih, disela-sela waktunya ia juga tetap berusaha untuk mencari info mengenai lowongan pekerjaan. Pasalnya karateka ini telah menyelesaikan perkuliahannya semenjak setahun lalu, tepatnya pada September 2014 di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP.”Nggak seperti yang dibilang orang-orang, kalau berprestasi bakal dijamin pekerjaan dan masa depan di Provinsi sendiri, buktinya tidak,” ungkap anak ke dua dari pasangan Azwar dan Nur Dahmi ini.
Selain berlatih karate yang telah mendarah daging baginya, Tiara juga hobi olahraga yang biasanya dipermainkan oleh kaum lelaki yaitu bermain futsal. Sering ia bermain futsal bersama teman-temannya yang juga sama-sama karateka, hal tersebut juga bertujuan untuk mengatasi kejenuhannya.
Untuk saat ini, Tiara yang biasanya bertanding di kelas kumite -55 kg ini tercantum sebagai peringkat ke tiga di tingkat Nasional, ia berharap dengan posisi tersebt dapat terpanggil sebagai atlet pelatnas jangka panjang. Pemanggilan sebagai atlet pelatnas tergantung dari prestasinya di ajang nasional seperti Pra PON dan PON. Karena itu ia fokus untuk berlatih.”Kalau peringkat turun bisa jadi diganti,” ujarnya.










