Lombok – Marc Marquez membuat pernyataan mengejutkan di Sirkuit Mandalika, Kamis (2/10), menjelang MotoGP Indonesia. Ia mengaku tidak pernah menganggap Valentino Rossi sebagai rival utama.

“Karena kami tidak pernah berjuang untuk gelar juara,” ujar Marquez, seperti dikutip dari Crash.

Pernyataan ini muncul setelah Rossi menyebutkan daftar rival terberatnya, termasuk Casey Stoner dan Jorge Lorenzo, tanpa memasukkan nama Marquez.

Rossi bahkan menyebut persaingannya dengan Lorenzo sebagai “kisah cinta”, menggambarkan betapa sengitnya pertarungan mereka untuk gelar juara dunia.

Marquez kemudian mengklarifikasi bahwa ia tidak bermaksud merendahkan Rossi. Ia menjelaskan bahwa rival terbesarnya dalam perebutan gelar adalah Lorenzo atau Andrea Dovizioso.

“Hanya saja ketika saya tiba, lawan terbesar saya, misalnya, suatu tahun adalah Lorenzo. Dan kemudian beralih ke Dovizioso,” jelas pembalap Ducati itu.

Secara statistik, Marquez memang lebih dominan saat bersaing dengan Rossi. Dari delapan musim bersama (2013-2021), hanya pada 2015 Rossi yang berhasil finis di atas Marquez.

Kini, Marquez telah menyamai koleksi tujuh gelar MotoGP milik Rossi. Ia memastikan gelar musim ini di Motegi, Jepang, pekan lalu.

Dengan sisa lima balapan musim ini, Marquez fokus pada persiapan musim depan. “Kami perlu mencoba beberapa hal lagi, sedikit memodifikasi set-up, bereksperimen dengan berbagai hal yang tersedia, dan mulai bekerja untuk tahun 2026,” ungkapnya.

Meski sudah mengunci gelar, Marquez tetap berambisi tampil kompetitif di Mandalika. Kehadirannya dipastikan akan menjadi daya tarik bagi penggemar MotoGP di Indonesia.

Rivalitas klasik Rossi-Marquez yang kembali mencuat membuat MotoGP Mandalika 2025 diprediksi akan menyajikan drama menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *