Jakarta – Indonesia Pingpong League (IPL) mengukuhkan statusnya sebagai satu-satunya organisasi tenis meja di Indonesia yang diakui secara resmi oleh International Table Tennis Federation (ITTF). Pengakuan ini menjadi fondasi bagi IPL untuk membangun ekosistem tenis meja nasional yang profesional dan berstandar internasional.
Sekretaris Jenderal IPL, Yon, menjelaskan bahwa kompetisi yang diselenggarakan IPL dirancang sesuai standar internasional ITTF dan World Table Tennis (WTT). Sistem kompetisi berjenjang, mulai dari tingkat zona hingga kualifikasi kejuaraan dunia, diterapkan untuk mencetak atlet yang mampu bersaing di kancah global.
“Struktur kompetisi berjenjang ini menjadi fondasi dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Yon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Talenta muda seperti Muhammad Naufal Junindra Irawan telah menunjukkan potensi besar. Atlet berusia 18 tahun ini berhasil menjuarai WTT Youth Contender Dubai 2025, meraih medali perunggu SEA Games 2025, dan mencapai babak 16 besar WTT Youth Smash Singapore 2026. Prestasinya mendongkrak peringkatnya ke posisi 86 dunia kategori Youth (U-19) versi ITTF.
Atlet muda lainnya, Michael Hartono, juga mencuri perhatian di kategori U-15. Ia berhasil mencapai perempat final WTT Youth Star Contender Turkey dan masuk 16 besar WTT Youth Smash Singapore 2026.
“Hasil ini bukan kebetulan. Ini buah dari sistem kompetisi berjenjang yang kami bangun, dari level zona hingga pengiriman atlet ke turnamen dunia,” kata Yon.
IPL juga secara rutin menggelar IPL Youth Series, yang kini menjadi tolok ukur baru dalam pembinaan tenis meja di Indonesia. Antusiasme terhadap kompetisi ini terus meningkat, terbukti dengan bertambahnya jumlah peserta dari 116 klub pada musim perdana menjadi 139 klub pada musim kedua tahun 2025.
Kompetisi ini mencakup tujuh zona: Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. Puncak acara adalah Grand Final di Jakarta, yang mempertemukan tiga klub terbaik dari setiap zona untuk kategori youth dan senior. Para pemenang akan dipersiapkan untuk kompetisi tingkat ASEAN hingga kalender resmi ITTF-WTT.
IPL juga sedang membangun basis data pemain, pelatih, dan klub untuk memastikan transparansi dalam sistem seleksi atlet.











