Paris – Achraf Hakimi, bintang Paris Saint-Germain (PSG), menghadapi tuduhan serius. Pesepakbola yang dikenal taat beragama ini terjerat kasus dugaan pemerkosaan.

Kasus ini mengancam karier dan reputasi Hakimi. Ia terancam hukuman hingga 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Hakimi, bek kanan asal Maroko, dikenal karena performanya di lapangan. Ia juga dikenal sebagai sosok yang terbuka dengan identitas religiusnya.

Sejak muda, Hakimi dikenal sebagai pribadi yang religius. Ia rutin menjalankan ibadah puasa Ramadan dan beberapa kali melakukan umrah.

Pemain berusia 25 tahun ini juga kerap melakukan sujud syukur usai mencetak gol. Hal ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.

Kedekatannya dengan sang ibu juga menjadi perhatian publik. Momen pelukan hangat usai pertandingan Maroko di Piala Dunia 2022 viral.

Hakimi juga dikenal karena menolak kampanye LGBT di Prancis. Ia menolak mengenakan jersey bertema pelangi dalam kampanye anti-homofobia Ligue 1 pada 2023.

Namun, citra positif Hakimi kini tercoreng. Ia dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita di rumahnya di Paris pada awal 2023.

Hakimi membantah tuduhan tersebut. Meski begitu, proses hukum tetap berjalan.

Kasus ini berdampak besar pada kehidupan pribadinya. Aktris asal Spanyol, Hiba Abouk, yang merupakan istri Hakimi, menggugat cerai.

Hakimi, yang dulunya menjadi panutan, kini menghadapi ancaman hukuman berat. Proses hukum akan menentukan masa depannya.

Disclaimer: Kasus Hakimi masih dalam proses hukum dan belum ada putusan pengadilan yang menyatakan ia bersalah. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran dua sisi publik figur dari sudut pandang media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *