Megamendung – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 resmi dibuka di Megamendung, Jawa Barat, pada 24 April. Ajang ini mempertemukan puluhan atlet dari 28 provinsi di Indonesia yang bersaing memperebutkan gelar juara nasional, menandai kemajuan signifikan olahraga domino di Tanah Air.
Atlet dari berbagai wilayah, mulai Bali, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, hadir dalam kompetisi ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa domino telah berkembang menjadi olahraga yang digemari lintas daerah dan usia, dari pemain senior hingga junior.
Pada hari pertama, suasana di arena penuh semangat. Para atlet dan ofisial menjalani proses registrasi dan verifikasi yang sekaligus menjadi momen awal mempererat hubungan antar kontingen. Meski suasana hangat terasa, ketegangan persaingan mulai terlihat.
Malam harinya, technical meeting digelar sebagai persiapan penting sebelum pertandingan dimulai. Dalam pertemuan tersebut, panitia, perangkat pertandingan, dan perwakilan tim berdiskusi intensif untuk memastikan aturan dipahami dengan baik. Pengundian grup kualifikasi dilakukan secara terbuka, menegaskan komitmen transparansi penyelenggaraan.
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menyatakan bahwa Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi. Ia mengatakan, “Kehadiran atlet senior dan junior dari 28 provinsi menunjukkan bahwa olahraga domino terus berkembang secara luas di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat pembinaan dan menjaring atlet potensial.”
Sementara itu, Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menekankan pentingnya kesiapan teknis sebagai dasar kelancaran pertandingan. Ia menuturkan, “Technical meeting menjadi fondasi penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama sebelum kompetisi dimulai. Dengan koordinasi yang matang, kami berharap pertandingan berjalan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas.”
Dari sisi lain, Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi, menilai Kejurnas ini sebagai simbol kebersamaan antar generasi. Ia mengungkapkan, “Atmosfer yang terbangun sejak hari pertama menunjukkan bahwa domino tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan lintas generasi. Ini menjadi energi positif bagi penguatan ekosistem ORADO ke depan.”











