Karawaci, Tangerang – Tim basket putra Eagles UPH berhasil meraih gelar juara pada Campus League Basketball Regional Jakarta 2026 yang berlangsung di UPH Basketball Court, Kampus Lippo Village, pada 24-31 Mei 2026. Sementara itu, tim putri Eagles UPH menempati posisi runner-up. Kedua tim pun dipastikan melaju ke babak The Nationals yang dijadwalkan pada 7-13 Juni 2026.
Performa tim putra Eagles UPH sangat dominan sejak fase grup, dengan mencatatkan kemenangan tanpa sekalipun kalah. Mereka membuka pertandingan dengan mengalahkan Universitas Esa Unggul 76-61, kemudian menundukkan Universitas Indonesia 80-41, dan menutup fase grup dengan kemenangan telak 72-24 atas Universitas Riau.
Melaju ke babak semifinal, tim putra kembali menunjukkan keunggulan dengan mengalahkan Universitas Trisakti 74-55. Pada laga final, mereka sukses menaklukkan Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan skor 67-55, sehingga mengamankan gelar juara Regional Jakarta.
Di sisi lain, tim putri Eagles UPH juga tampil solid sepanjang turnamen. Mereka meraih kemenangan 71-56 atas Universitas Esa Unggul, menang tipis 46-45 melawan Universitas Budi Luhur, dan mengalahkan Universitas Indonesia 56-29 di fase grup. Pada semifinal, tim putri mengatasi Perbanas Institute 51-37, namun harus mengakui keunggulan Binus di final dengan skor 37-47.
Dr. Stephen Lester Metcalfe, Executive Director of UPH Sport sekaligus pelatih kepala tim putra, menegaskan bahwa fokus utama tim bukan semata mengejar gelar juara, melainkan memastikan setiap pemain memberikan performa terbaik di setiap pertandingan. Ia menyatakan, “Tim putra dan putri kami harus bisa masuk Final Four. Tidak ada alasan untuk tidak bisa. Setelah itu, kita tinggal melihat mereka bertanding dan tim terbaik yang akan menang.”
Kapten tim putra, Aaron Nathanael, mengaitkan keberhasilan ini dengan sistem pembinaan yang konsisten serta kesamaan visi antara pelatih, pemain, dan seluruh pihak pendukung. Ia menjelaskan, “UPH Sport Department menciptakan budaya latihan yang baik setiap tahun. Kunci keberhasilan ini adalah kesatuan mindset antara pelatih, pemain, dan support semua pihak.”










