Bandung – Bek Persib Bandung, Frans Putros, mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia setelah resmi masuk dalam susunan 11 pemain utama Timnas Irak pada laga Piala Dunia 2026. Penampilan ini menjadikan Putros sebagai pemain pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia saat masih aktif berkarier di kompetisi Liga Indonesia.

Sebelumnya, bek berusia 32 tahun tersebut sempat dicadangkan dalam dua pertandingan awal Irak melawan Prancis dan Norwegia. Kepercayaan pelatih Graham Arnold untuk menurunkan Putros di laga krusial ini diharapkan mampu memperkuat lini pertahanan Irak yang sebelumnya sempat kewalahan menghadapi gempuran lawan.

Dalam formasi yang diturunkan, Putros diproyeksikan menempati posisi bek kanan. Posisi tersebut sebelumnya dipercayakan kepada Hussein Ali. Debut Putros di panggung internasional ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat ia harus berhadapan langsung dengan penyerang andalan Senegal yang berkompetisi di Liga Inggris, yakni Ismaila Sarr. Selain Sarr, Putros juga berpotensi menghadapi tantangan dari penyerang bintang Senegal lainnya, Sadio Mane.

Kehadiran Putros di lapangan menjadi sorotan karena statusnya sebagai pemain aktif Liga Indonesia yang menembus panggung Piala Dunia. Meski Liga Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam mendatangkan pemain berlabel Piala Dunia, seperti Roger Milla, Mario Kempes, Michael Essien, dan Didier Zokora, para pemain tersebut umumnya tampil di Piala Dunia sebelum merumput di Indonesia. Putros memecahkan rekor tersebut dengan statusnya sebagai pemain aktif Persib Bandung. Data mencatat setidaknya terdapat 16 pemain yang pernah berkarier di Liga Indonesia setelah atau sebelum mencicipi atmosfer Piala Dunia, namun Putros menjadi pengecualian karena statusnya saat ini.

Pertandingan melawan Senegal menjadi laga hidup mati bagi Irak. Setelah menelan kekalahan dalam dua laga sebelumnya, Irak harus meraih kemenangan dengan selisih gol yang besar untuk menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Saat ini, performa Irak di turnamen ini tercatat cukup berat setelah kebobolan tujuh gol dan baru berhasil mencetak satu gol.

Pelatih Irak, Graham Arnold, tetap menaruh keyakinan bahwa timnya mampu bangkit dan mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Kehadiran Putros diharapkan memberikan stabilitas taktis di lini belakang untuk menahan serangan Senegal yang dikenal memiliki materi pemain berkualitas di semua lini. Laga ini tidak hanya menjadi pembuktian bagi Putros secara pribadi, tetapi juga menjadi tolak ukur bagi kualitas pemain yang berkiprah di Liga Indonesia di mata dunia internasional. Fokus utama kini tertuju pada bagaimana Putros beradaptasi dengan intensitas tinggi pertandingan Piala Dunia dalam upaya Irak membalikkan situasi di grup mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *