Jakarta – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, memahami betul rasa frustrasi yang dialami Kobbie Mainoo dan Joshua Zirkzee. Minimnya menit bermain menjadi penyebabnya.
Namun, Amorim menegaskan prioritas utama tetaplah kepentingan klub. Hal ini disampaikan menjelang laga melawan Everton.
Mainoo dan Zirkzee memang jarang mendapat kesempatan tampil di Liga Primer musim ini. Zirkzee baru bermain 82 menit, sementara Mainoo 138 menit sejak Agustus.
Minimnya jam terbang membuat keduanya tersingkir dari tim nasional masing-masing. Spekulasi kepindahan pada bursa transfer Januari pun muncul demi menjaga asa tampil di Piala Dunia 2026.
“Saya dulu seorang pemain sepak bola. Saya mengerti segalanya, dan saya ingin membantu para pemain saya dalam setiap situasi,” ujar Amorim.
Amorim ingin para pemainnya bahagia, namun ia menekankan bahwa Manchester United tetap yang utama.
“Saya memahami rasa frustrasi beberapa pemain, mengingat Piala Dunia sudah di depan mata, dan saya tahu apa artinya bagi Piala Dunia, tetapi Manchester United tetap yang utama,” tegasnya.
Amorim kembali menegaskan bahwa keputusan klub tidak bisa hanya didasarkan pada kepentingan individu.
“Jadi, jika saya bisa membantu klub dan para pemain, saya akan bahagia. Jika tidak, saya harus memikirkan tim. Klub adalah prioritas utama, jadi kami harus memikirkan klub dan tim, barulah semuanya bisa terwujud,” katanya.
Manchester United kemungkinan akan memberikan menit bermain lebih kepada Mainoo dan Zirkzee dalam beberapa pekan mendatang.
Bryan Mbeumo dan Amad Diallo akan mengikuti Piala Afrika bulan depan, sementara striker Benjamin Sesko sedang cedera. Situasi ini membuka peluang bagi Mainoo dan Zirkzee untuk menunjukkan kualitas mereka kepada Amorim sebelum bursa transfer dibuka.











