Rabat – Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Magali Kempen dan Eudice Chong di final turnamen Maroko Open 2026, Jumat lalu. Pasangan unggulan teratas ini gagal mengamankan gelar juara di ajang WTA 250 Rabat setelah melewati pertandingan yang berlangsung sangat ketat.

Pertandingan final dimulai dengan Aldila dan Vera tertinggal 3-6 di set pertama. Namun, mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan dengan kemenangan 6-2 di set kedua. Sayangnya, di babak super tie-break, Kempen dan Chong menunjukkan performa lebih solid dengan mengalahkan Aldila/Vera 10-6.

Pada set pertama, Aldila dan Vera mencatatkan satu ace tanpa melakukan kesalahan ganda, tetapi Kempen dan Chong mendominasi dengan persentase servis pertama mencapai 81,8 persen serta mampu menyelamatkan banyak break point. Kebangkitan Aldila dan Vera terlihat di set kedua saat mereka memenangkan tiga gim beruntun untuk menutup set dengan skor 6-2.

Super tie-break menjadi penentu kemenangan yang sangat sengit. Kedudukan sempat imbang 4-4 sebelum Kempen dan Chong unggul berkat akurasi servis pertama yang mencapai 87,5 persen dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan.

Perjalanan Kempen dan Chong menuju gelar juara terbilang mulus tanpa harus melewati babak super tie-break sejak awal turnamen, termasuk saat menyingkirkan unggulan keempat Anastasia Detiuc dan Irina Khromacheva di semifinal. Sebaliknya, Aldila dan Vera harus melewati tiga laga super tie-break yang menguras tenaga sejak babak awal.

Meski belum berhasil meraih gelar, pencapaian Aldila dan Vera di Maroko Open menjadi modal berharga dan persiapan positif menjelang turnamen Grand Slam tanah liat, Roland Garros. Bagi Aldila, mencapai final di Rabat merupakan pencapaian terbaik sepanjang musim ini, setelah sebelumnya hanya mampu menembus babak perempat final di beberapa turnamen seperti WTA 250 Auckland, WTA 250 Hobart, dan WTA 1000 Madrid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *