Enschede – FC Twente geram dengan sikap bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Klub asal Belanda itu kini melabeli pemain berusia 24 tahun itu sebagai “pemain tak tahu terima kasih.”

Label tersebut muncul seiring memburuknya hubungan Hilgers dengan manajemen klub.

Perseteruan ini bermula dari gagalnya transfer Hilgers pada bursa transfer musim panas 2025. Padahal, kontraknya hanya tersisa satu tahun dan ia masuk daftar jual.

Namun, hingga bursa transfer Eropa ditutup, Hilgers tak kunjung pindah.

Twente mengambil tindakan tegas dengan membekukan Hilgers dari skuad utama. Mereka hanya akan mengembalikan Hilgers ke tim inti jika ia bersedia memperpanjang kontrak.

Tujuannya agar Hilgers tidak pergi secara gratis pada musim panas 2026.

Pembicaraan kontrak baru belum membuahkan hasil. Manajemen Twente menilai Hilgers tidak menghargai klub yang telah membesarkan namanya.

Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer, menyayangkan sikap Hilgers. Ia menegaskan klub telah melatih Hilgers selama lebih dari 13 tahun.

“Kita tidak boleh lupa bahwa Mees telah dilatih oleh FC Twente selama lebih dari 13 tahun,” ujar Streuer.

Streuer menambahkan, klub masih membuka pintu negosiasi. Bahkan, Twente bersedia memotong setengah harga transfer.

“Kami telah mengurangi setengah dari biaya transfer. Kami juga dengan senang hati membahas biaya transfer terbatas yang baru dalam kontrak baru (Hilgers),” lanjutnya.

Mayoritas penggemar Twente menolak jika Hilgers kembali ke skuad utama. Mereka menganggap Hilgers sudah kehilangan loyalitas kepada klub.

Kontrak Mees Hilgers akan berakhir pada Juni 2026. Sesuai aturan Bosman, ia sudah bisa menandatangani pra-kontrak dengan klub lain pada Januari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *