Jakarta – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) intensifkan persiapan tiga multievent internasional tahun 2025.

Tiga ajang yang dimaksud adalah Asian Youth Games di Manama, Bahrain, Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh, Arab Saudi, dan SEA Games Thailand.

Menpora Erick Thohir menyoroti pentingnya konsolidasi antar lembaga, terutama setelah Thailand mengurangi 41 nomor pertandingan dari cabang olahraga unggulan Indonesia di SEA Games.

“Jangan sampai Kemenpora punya blueprint berbeda, NOC Indonesia juga berbeda, lalu atlet yang jadi korban,” tegas Erick.

Indonesia berpotensi kehilangan 41 medali emas dari cabang wushu, balap sepeda, e-sports, gulat, dan senam akibat pengurangan tersebut.

Namun, ada peluang meraih 32 medali emas dari cabang rowing, kano, panahan, menembak, woodball, serta panjat tebing.

Erick juga menyoroti masalah anggaran yang belum ideal. Dari estimasi kebutuhan Rp45-65 miliar, saat ini baru tersedia Rp10 miliar.

“Ini tentu tidak ideal. Saya akan terus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan agar ada fleksibilitas,” kata Erick.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengapresiasi langkah Kemenpora dalam memperkuat koordinasi.

“Kalau hanya Rp10 miliar, tentu effort-nya berat,” ujar Okto.

NOC Indonesia dan Kemenpora sepakat untuk menggelar rapat teknis rutin bersama induk cabang olahraga dan stakeholder terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *