Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, soroti pentingnya sinergi antar KONI di semua tingkatan. Tujuannya, memajukan olahraga nasional.
Penegasan ini disampaikan saat menerima audiensi Forum Komunikasi KONI Kota (FKONITA) Seluruh Indonesia di Jakarta.
Marciano menekankan peran krusial KONI Kabupaten/Kota dalam mencetak atlet berprestasi.
“Prestasi yang dicapai atlet Tim Nasional Indonesia, ada jerih payah KONI Kabupaten/Kota,” tegas Marciano.
KONI Kabupaten/Kota dipastikan akan dilibatkan dalam agenda besar KONI, termasuk Rakernas KONI Tahun 2025.
Dalam pertemuan itu, perwakilan KONI Kota menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan SOP dalam tata kelola organisasi. Mereka juga resah terkait Permenpora No.14 Tahun 2024.
Sekretaris Umum KONI Kota Batam, Helmi Hatta, menyoroti kekhawatiran terkait dana hibah. “Jangan sampai ketika kita dapat dana hibah, kita dikejar,” ungkap Helmi.
FKONITA menyampaikan pernyataan sikap yang berisi penguatan peran KONI Pusat. Selain itu, evaluasi Permenpora No.14 Tahun 2024, dan dukungan program olahraga nasional seperti DBON, PON, dan Porprov.
Marciano mengingatkan, olahraga kini mendapat perhatian khusus di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tertuang dalam Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan SDM dan prestasi olahraga.
“Di bawah KONI Pusat ada sekelompok masyarakat olahraga yang besar, yang bila dibina dengan baik dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara,” kata Marciano.
Pembinaan olahraga, lanjutnya, tidak hanya mencetak fisik yang tangguh, tetapi juga membentuk karakter dan mental bangsa.
Disiplin, daya saing, dan semangat kompetitif yang lahir dari olahraga akan menjadi kekuatan bangsa.
Marciano mengarahkan KONI Provinsi untuk rutin berkoordinasi dengan KONI Kabupaten/Kota. Ia menegaskan peran daerah sebagai kepanjangan tangan KONI Pusat.
“Saudara-saudara adalah kepanjangan tangan KONI Pusat di daerah,” tegasnya.











