Jakarta – Klub-klub sepak bola Indonesia ukir sejarah di kompetisi Asia sejak 1980-an. Meski belum ada yang juara, torehan membanggakan tetap jadi bukti daya saing.

Krama Yudha Tiga Berlian raih peringkat ketiga Liga Champions Asia 1985/86. Catatan ini jadi yang tertinggi bagi klub Indonesia di kompetisi antarklub Asia.

Lima tahun berselang, Pelita Jaya samai prestasi Krama Yudha. Mereka juga duduki posisi ketiga pada edisi 1990/91.

Setelah era 90-an, performa klub Indonesia di Liga Champions Asia menurun. Mereka hanya mampu bersaing di fase grup.

Pupuk Kaltim berhasil tembus semifinal Asian Cup Winners’ Cup 1991/92. Ajang ini kini sudah tidak digelar.

Di Piala AFC, Persipura Jayapura jadi klub Indonesia dengan capaian terbaik. Mereka melaju hingga semifinal pada 2014.

PSM Makassar tampil cemerlang hingga final zona ASEAN pada edisi 2022. Konsistensi dan kekompakan mereka mendapat apresiasi tinggi.

Madura United tampil menjanjikan di AFC Challenge League 2024/25. Mereka tembus semifinal di musim perdana.

Potensi klub Indonesia untuk berprestasi di Asia tetap ada. Pengelolaan klub yang profesional dan kompetisi domestik yang kompetitif diharapkan dapat meningkatkan prestasi klub-klub Indonesia di Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *