Munchen – Bayern Munchen akan menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada laga leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena, Munchen, dini hari nanti pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit menyusul keunggulan tipis PSG 5-4 pada pertemuan pertama di Parc des Princes pekan lalu.

Defisit satu gol memaksa Bayern Munchen tampil menyerang sejak menit awal. Pelatih Vincent Kompany menuntut anak asuhnya untuk tidak bermain pasif, meski lini pertahanan Die Roten tengah menjadi sorotan setelah kebobolan 16 gol dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Kekhawatiran ini diperkuat dengan hasil imbang kontra FC Heidenheim di Bundesliga akhir pekan lalu, di mana gawang Bayern kemasukan tiga gol.

Gelandang pivot Bayern Munchen, Joshua Kimmich, menegaskan bahwa timnya tidak memiliki opsi lain selain memburu gol sesegera mungkin. Kimmich menyatakan bahwa strategi bertahan total bukan merupakan pilihan bagi Bayern yang harus mengejar ketertinggalan agregat.

Di sisi lain, PSG juga tidak berniat menerapkan strategi parkir bus meski membawa keunggulan agregat. Gelandang jangkar PSG, Vitinha, menyebut bahwa gaya bermain menyerang lebih realistis bagi Les Parisiens. Ia merujuk pada performa impresif PSG sepanjang fase gugur Liga Champions musim ini, di mana mereka mampu mencetak delapan gol hanya dalam tiga laga tandang. Menurut Vitinha, filosofi tim PSG memang didesain untuk terus menekan lawan dan tidak hanya puas dengan satu gol.

Kedua tim dipastikan akan mengandalkan trisula lini depan masing-masing sebagai tumpuan utama. Bayern Munchen tetap mengandalkan ketajaman Harry Kane yang didukung oleh Luis Diaz dan Michael Olise. Kombinasi ketiganya sejauh ini telah menyumbangkan 25 dari total 42 gol Bayern di kompetisi Eropa musim ini, atau setara dengan 59 persen kontribusi gol tim.

Sementara itu, PSG mengandalkan trio Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue. Trisula ini tercatat telah berkontribusi sebesar 51 persen dari total 43 gol PSG di Liga Champions. Pelatih PSG, Luis Enrique, menekankan bahwa ia tidak ingin timnya hanya bergantung pada penyerang, melainkan mengharapkan kolektivitas dari seluruh pemain di lapangan.

Pertandingan ini juga akan diwarnai absennya bek kanan PSG, Achraf Hakimi, akibat cedera paha kanan. Posisi tersebut kemungkinan besar akan kembali diisi oleh Warren Zaire-Emery. Meski bukan posisi aslinya, Zaire-Emery menyatakan kesiapannya untuk menghadapi pergerakan lincah Luis Diaz yang menjadi ancaman nyata bagi sisi pertahanan PSG.

Secara statistik, laga ini menjadi pertaruhan sejarah bagi kedua klub. Bayern Munchen memiliki rekor sempurna saat menghadapi klub Ligue 1 di babak semifinal kompetisi Eropa, dengan tiga kemenangan dari tiga pertemuan. Sebaliknya, PSG memiliki catatan yang lebih variatif saat bersua klub Bundesliga di fase semifinal, dengan satu kemenangan dan satu kekalahan dalam dua pertemuan terakhir mereka. Laga penentuan ini akan dipimpin oleh wasit asal Portugal, Joao Pinheiro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *