Jakarta – Pemain tim nasional Indonesia, Pratama Arhan, resmi mengakhiri karier profesionalnya di luar negeri dan memutuskan untuk kembali ke kompetisi domestik dengan bergabung bersama Persija Jakarta. Keputusan ini menandai lembaran baru bagi bek berusia 24 tahun tersebut setelah menghabiskan beberapa musim terakhir membela sejumlah klub di Asia.
Bergabungnya Arhan ke klub berjuluk Macan Kemayoran ini tidak terlepas dari peran pelatih Shin Tae-yong yang kini menukangi Persija Jakarta. Faktor kedekatan emosional dan rekam jejak kerja sama yang panjang antara pemain dan pelatih selama di timnas Indonesia menjadi pertimbangan utama Arhan dalam memilih pelabuhan karier selanjutnya.
Arhan mengakui bahwa perpindahannya ke Persija merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan dengan matang. Ia menyatakan antusiasme tinggi untuk memulai babak baru dalam kariernya dan bereuni dengan beberapa rekan setim di tim nasional, seperti Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Witan Sulaeman, dan Rayhan Hannan.
Perjalanan karier internasional Arhan dimulai setelah penampilan impresifnya bersama PSIS Semarang pada periode 2020-2022. Performa gemilang tersebut menarik perhatian klub asal Jepang, Tokyo Verdy, yang kemudian merekrutnya tanpa biaya transfer. Namun, selama dua musim di Jepang, Arhan minim mendapatkan menit bermain dan hanya mencatatkan dua penampilan resmi. Minimnya kesempatan bermain tersebut disinyalir karena pendekatan klub yang lebih mengedepankan tren pemasaran daripada kebutuhan teknis di lapangan.
Memasuki musim 2024, Arhan mencoba peruntungan baru dengan bergabung ke klub Korea Selatan, Suwon FC. Kendati demikian, situasinya tidak jauh berbeda dibandingkan saat di Jepang, di mana ia kembali hanya mencatatkan dua penampilan selama satu musim. Frustrasi dengan minimnya jam terbang, Arhan kemudian memutuskan untuk pindah ke klub Thailand, Bangkok United.
Di Thailand, karier Arhan sempat menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Bersama Bangkok United, ia berhasil mencatatkan 20 penampilan dalam satu musim, yang secara langsung berdampak positif pada pengalaman dan jam terbangnya di level kompetisi Asia. Namun, kontraknya tidak diperpanjang oleh manajemen Bangkok United saat memasuki musim 2026.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Persija Jakarta untuk melakukan negosiasi. Pihak manajemen Persija akhirnya berhasil mengikat bek asal Blora, Jawa Tengah, tersebut dengan durasi kontrak selama tiga musim ke depan.
Bagi Arhan, tantangan di Persija Jakarta adalah pembuktian kualitas dirinya di hadapan publik sepak bola tanah air. Kehadiran sosok familiar dalam staf kepelatihan dan rekan setim diharapkan mampu mempercepat proses adaptasinya. Ia menegaskan kesiapannya untuk memberikan kontribusi terbaik demi mencapai target yang ditetapkan oleh klub di musim mendatang. Kepindahan ini sekaligus menjadi langkah strategis bagi Arhan untuk kembali menjaga ritme permainan dan kebugaran fisiknya di level kompetisi tertinggi Indonesia.











