Palangkaraya – Adhyaksa FC mulai melakukan perombakan besar-besaran dalam menyongsong kompetisi Super League musim 2026-2027. Sebagai tim pendatang baru yang baru saja promosi dari ajang Championship 2025-2026, manajemen klub memutuskan untuk merestrukturisasi skuad secara signifikan seiring dengan rencana kepindahan markas besar dari Banten ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Langkah awal perombakan ini ditandai dengan keputusan manajemen melepas 16 pemain yang sebelumnya berperan penting dalam membawa tim naik kasta. Di antara daftar pemain yang dilepas terdapat empat pilar senior, yakni Dedi Hartono, Hasim Kipuw, Arif Satria, dan Miftahul Hamdi. Keputusan ini diambil untuk penyegaran tim sebelum mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada September mendatang.
Di tengah gelombang perombakan tersebut, manajemen Adhyaksa FC secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak penyerang lokal, Muhammad Rafly Ariyanto. Melalui unggahan di akun Instagram resmi klub pada Jumat (26/6/2026), pihak manajemen menegaskan bahwa pemain berusia 25 tahun tersebut akan tetap menjadi bagian dari proyek masa depan tim. Langkah ini dinilai cukup berani oleh pengamat sepak bola, mengingat nasib penyerang utama sekaligus top scorer musim lalu, Adilson Silva, hingga saat ini belum diputuskan.
Adilson Silva mencatatkan performa impresif dengan torehan 26 gol sepanjang musim lalu. Sementara itu, Rafly Ariyanto mencatatkan statistik yang lebih moderat, yakni 3 gol dan 3 assist dari 20 penampilan. Namun, manajemen menegaskan bahwa setiap kontribusi pemain di lapangan memiliki nilai krusial bagi perjalanan tim, sehingga perpanjangan kontrak Rafly dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas lini serang.
Kehadiran Rafly di Super League 2026-2027 mencatatkan sejarah personal bagi sang pemain. Ia diprediksi menjadi pesepak bola pertama asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang tampil di kompetisi kasta tertinggi nasional. Hal ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Rafly, terutama setelah klub harus mencari sosok pelatih baru sepeninggal Widodo C Putro yang kini menangani PSIS Semarang.
Karier Rafly sendiri menunjukkan tren positif yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt per 20 Mei 2026, nilai pasar pemain kelahiran 17 Mei 2001 ini melonjak hingga Rp 1,74 miliar. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang karier profesionalnya dibandingkan saat ia membela Persekat Tegal dengan nilai pasar Rp 1,30 miliar, atau saat masa peminjamannya di Sulut United yang hanya bernilai Rp 434,54 juta.
Perjalanan karier Rafly dimulai dari pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB) dan Peseban Banjarmasin, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Barito Putera pada 2017 hingga 2021. Setelah sempat dipinjamkan ke beberapa klub, performa puncaknya bersama Adhyaksa FC, termasuk saat mencetak brace dalam kemenangan 4-0 melawan Sriwijaya FC pada Mei lalu, menjadi bukti nyata konsistensi pemain bernomor punggung 67 tersebut di lapangan hijau.











