Samarinda – Borneo FC resmi memasuki era baru setelah melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi skuad dan jajaran staf pelatih. Sebanyak 15 pemain dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari tim berjuluk Pesut Etam tersebut untuk musim kompetisi mendatang. Selain perombakan pemain, pelatih kepala Fabio Lefundes beserta sejumlah staf pendukungnya juga telah mengakhiri masa kerja mereka di Samarinda.

Di tengah gelombang eksodus tersebut, penjaga gawang utama Nadeo Argawinata menjadi salah satu sosok krusial yang tetap bertahan. Keputusan manajemen untuk mempertahankan Nadeo, bersama dengan Rivaldo, menjadi sinyal keseriusan klub dalam menjaga stabilitas di sektor pertahanan meski terjadi perombakan besar di lini lainnya.

Langkah drastis ini dinilai cukup mengejutkan mengingat Borneo FC baru saja menuntaskan musim kompetisi 2025/2026 dengan catatan impresif. Tim kebanggaan masyarakat Samarinda tersebut sukses finis di peringkat kedua klasemen akhir Super League dengan mengumpulkan 79 poin. Mereka hanya kalah dalam aspek head to head dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara.

Menanggapi dinamika tim, Nadeo Argawinata menegaskan bahwa pergantian pemain dan pelatih adalah hal yang lumrah dalam ekosistem sepak bola profesional. Menurutnya, situasi serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan Borneo FC, sehingga para pemain yang tersisa telah terbiasa menghadapi transisi tersebut dengan tetap menjaga profesionalisme.

Nadeo mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk meninggalkan klub. Meskipun terdapat sejumlah klub lain yang menyatakan ketertarikan untuk merekrutnya, kiper tim nasional tersebut memilih untuk tetap setia kepada Borneo FC. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk bertahan didasari oleh keseriusan manajemen dalam menyodorkan kontrak baru dan rencana jangka panjang yang jelas.

Menurut Nadeo, faktor kenyamanan dan dukungan dari manajemen menjadi pertimbangan utama dalam menentukan masa depan kariernya. Hingga saat ini, ia menilai Borneo FC adalah klub yang paling menunjukkan komitmen nyata untuk mempertahankan jasanya dibandingkan pihak lain yang sempat melakukan pendekatan.

Kepergian Fabio Lefundes dan 15 pemain lainnya kini menuntut manajemen untuk segera melakukan konsolidasi. Spekulasi mengenai arah kebijakan klub ke depan mulai menguat, dengan nama Mauro Jeronimo disebut-sebut bakal memegang peranan kunci dalam proyek besar yang sedang disiapkan oleh manajemen Borneo FC.

Dengan wajah baru dan semangat yang diperbarui, Borneo FC kini fokus memulai lembaran berikutnya. Harapan untuk meraih gelar juara yang sempat tertunda pada musim lalu kembali dibangun dari nol. Manajemen klub kini bekerja keras untuk melengkapi kepingan skuad agar dapat kembali bersaing secara kompetitif di papan atas Super League pada musim yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *