Jakarta – Geopark Run Series 2026-2027 akan menjadi ajang lari nasional yang mengangkat empat kawasan geopark unggulan di Indonesia sebagai lokasi lomba. Keempat kawasan tersebut adalah Ijen UNESCO Global Geopark, Geopark Ranah Minang, Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, dan Belitong UNESCO Global Geopark.
Pendiri Geopark Run, Yv Tri Saputra, menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk menggabungkan olahraga lari dengan promosi kekayaan geologi, budaya, serta potensi ekonomi masyarakat lokal. Ia menegaskan, “Geopark Run bukan sekadar lomba lari, tetapi juga sarana pemberdayaan komunitas dan pelestarian kawasan geopark.”
Rencana mengubah Geopark Run menjadi seri nasional sebenarnya sudah ada sejak 2020, namun tertunda akibat pandemi COVID-19. Kini, penyelenggara berhasil mewujudkan rencana tersebut untuk periode 2026-2027 sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem sport tourism berkelanjutan di Indonesia.
Setiap seri lomba akan menghadirkan kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K) dengan nuansa festival lokal yang kental. Selain berlari di lintasan ikonik, peserta juga dapat menikmati berbagai aktivitas budaya dan kuliner khas daerah. Penyelenggara menargetkan lebih dari 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri.
Kolaborasi dengan pelaku UMKM setempat menjadi bagian penting dari acara ini untuk memastikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar kawasan geopark. Dengan demikian, Geopark Run Series tidak hanya mengedepankan olahraga, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.










