Le Mans – Marc Marquez mengungkapkan bahwa cedera saraf pada lengan kanannya menjadi penyebab utama penurunan performanya di musim MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo ini mengalami masalah akibat sekrup yang bergeser dan menekan saraf radial, dampak dari kecelakaan yang dialaminya di MotoGP Indonesia 2025.
Dalam video internal Ducati yang dirilis usai MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Marquez tampak emosional saat berdiskusi dengan petinggi tim. Ia menjelaskan, “Ada sekrup yang menyebabkan masalah pada saraf saya. Kadang terasa, kadang tidak.” Ia juga menggambarkan kondisinya seperti balapan hanya dengan “satu setengah tangan”.
Gangguan ini membuat kekuatan tangannya menurun drastis selama balapan, sehingga ia kehilangan sekitar setengah detik per lap tanpa mengetahui penyebabnya. Meski kecepatannya tetap kompetitif, rasa sakit yang terus dirasakan memengaruhi konsistensi performanya.
Cedera saraf tersebut menjadi alasan di balik performa Marquez yang tidak stabil sepanjang musim. Ia sempat meraih kemenangan di dua Sprint Race, namun juga mengalami beberapa kecelakaan aneh dan kesulitan menjaga stabilitas di balapan utama. Bahkan di Le Mans, sebelum kecelakaan parah di Sprint Race, Marquez sempat memecahkan rekor lap pada sesi Q1.
Marquez juga mengungkapkan bahwa operasi untuk memperbaiki cedera saraf itu awalnya dijadwalkan setelah MotoGP Catalunya. Namun, karena patah tulang kaki yang dialaminya dalam kecelakaan di Le Mans, prosedur operasi dipercepat dan akan dilakukan bersamaan.
Pengakuan ini memberikan gambaran baru mengenai tantangan yang dihadapi Marquez sepanjang musim ini, sekaligus menjelaskan mengapa performanya tidak sesuai harapan meski kecepatan yang dimilikinya masih terbilang kompetitif.










