Teheran – Usulan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2024 yang akan digelar di Amerika Serikat memicu reaksi beragam dari kalangan sepak bola Italia. Ide ini datang dari Paolo Zampolli, utusan khusus mantan Presiden AS Donald Trump untuk “Kemitraan Global,” yang menyebut kesempatan melihat Italia berlaga di turnamen tersebut sebagai sebuah mimpi.
Zampolli mengaku telah menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden AS dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Usulan ini diduga sebagai langkah untuk memperbaiki hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang sempat memanas akibat kritik Trump terhadap Paus Leo XIV terkait konflik di Iran.
Namun, Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menolak keras ide tersebut. Ia menegaskan bahwa penggantian tim di Piala Dunia tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Pertama, itu tidak mungkin, kedua, itu tidak pantas… Anda lolos kualifikasi di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Ekonomi Giancarlo Giorgetti menyebut usulan itu sebagai sesuatu yang memalukan.
Pelatih senior Italia, Gianni De Biasi, juga menolak gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa jika Iran tidak bisa ikut serta, penggantinya harus berasal dari tim yang menempati posisi berikutnya dalam grup kualifikasi. “Saya percaya Italia tidak membutuhkan dukungan Trump dalam masalah seperti ini. Saya pikir kita bisa mengatasinya sendiri,” kata De Biasi.
Di sisi lain, FIFA menegaskan komitmennya agar Iran tetap berpartisipasi di Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan dalam Forum CNBC Invest in America bahwa “Tim Iran pasti akan datang.” Ia menambahkan, “Iran harus datang jika mereka ingin mewakili rakyat mereka. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka harus bermain. Olahraga harus berada di luar politik.”










