Monte-Carlo – Carlos Alcaraz gagal mempertahankan gelar juara Monte Carlo Masters setelah takluk dari rivalnya, Jannik Sinner. Petenis asal Spanyol itu mengakui bahwa kegagalannya disebabkan oleh ketidakmampuannya tampil maksimal pada momen-momen krusial di lapangan.
Alcaraz sebenarnya sempat memiliki peluang besar untuk memimpin jalannya pertandingan. Namun, ia gagal memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk mengunci kemenangan.
“Di momen-momen penting, saya tidak bermain bagus. Saya memiliki banyak peluang yang tidak dimanfaatkan, seperti saat berada dalam posisi menguntungkan di gim tertentu,” ujar Alcaraz dikutip dari laman resmi ATP, Senin (13/4/2026).
Selain faktor teknis, kondisi cuaca yang menantang juga menyulitkan Alcaraz. Ia mengaku kesulitan membaca arah angin yang berputar di stadion, yang berdampak pada performanya hingga mencatatkan 45 kesalahan sendiri atau unforced errors.
Meski sempat unggul satu break di kedua set, Alcaraz gagal mempertahankan momentum. Kesalahan ganda pada momen tie-break set pertama menjadi titik balik yang menguntungkan bagi Sinner.
Kekalahan ini membuat posisi Alcaraz tergeser dari peringkat No. 1 dunia oleh Sinner. Meski kecewa, Alcaraz memberikan pujian atas perkembangan pesat petenis Italia tersebut di lapangan tanah liat.
Ia menegaskan tidak terkejut dengan level permainan Sinner yang terus meningkat sejak musim lalu. Dengan hasil ini, catatan head-to-head keduanya kini menjadi 7-10 untuk keunggulan Sinner.
Pasca kegagalan di Monako, Alcaraz kini mengalihkan fokus untuk bangkit. Ia dijadwalkan segera berkompetisi di turnamen ATP 500 Barcelona pekan depan guna memperbaiki catatan kemenangannya musim ini yang kini berada di angka 21-3.











