Orleans – Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, menghadapi laga krusial di babak 16 besar Orleans Masters 2026. Ia akan berhadapan dengan rival lamanya asal Taiwan, Chou Tien Chen, di Palais des Sports, Prancis, pada Kamis malam WIB.
Pertemuan ini menjadi lanjutan persaingan panjang kedua pemain. Ginting unggul dalam rekor pertemuan dengan 10 kemenangan dari 16 laga. Pertemuan terakhir mereka terjadi di semifinal Piala Thomas 2024, di mana Ginting menang straight game.
Meskipun memiliki statistik superior, Ginting tetap mewaspadai Chou Tien Chen yang merupakan unggulan pertama turnamen. Chou, yang kini berusia 36 tahun, menunjukkan konsistensi tinggi.
Ginting melaju ke babak kedua setelah mengalahkan wakil Taiwan lainnya, Liao Jhuo-Fu, dengan skor 22-20, 21-5. Ia mengakui sempat kesulitan menemukan ritme permainan di gim pertama.
“Di gim pertama permainan saya masih belum menemukan ritme yang nyaman. Banyak kesalahan sendiri dan masuk ke pola permainan lawan. Tapi Puji Tuhan bisa menyesuaikan di situasi setting,” ujar Ginting.
Menjelang duel melawan Chou, Ginting menekankan pentingnya adaptasi teknis. Ia mencatat adanya perbedaan signifikan antara kondisi lapangan di Orleans dengan turnamen Swiss Open pekan lalu, termasuk pencahayaan dan merek shuttlecock.
Laga ini sangat krusial karena Ginting menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di Orleans Masters 2026. Rekannya, Moh. Zaki Ubaidillah, terhenti di babak pertama. Duel melawan Chou menjadi ujian konsistensi bagi Ginting yang berupaya kembali ke performa puncak setelah cedera.











