Mulheim – Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari, tersingkir di babak 16 besar German Open 2026. Mereka kalah dari wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe, dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 17-21.
Pasangan yang baru dipasangkan awal musim ini ini harus mengakui keunggulan lawan setelah berjuang keras, terutama pada gim kedua. Apriyani/Lanny sempat memimpin cukup jauh, namun kehilangan momentum pada poin-poin krusial.
Apriyani Rahayu menyatakan kekecewaan atas hasil tersebut. Namun, ia menekankan bahwa perjalanan mereka sebagai pasangan baru saja dimulai dan masih dalam tahap proses adaptasi.
“Pasti ada rasa penyesalan, ada rasa marah, dan tentu ada rasa kesal dengan hasil hari ini. Tapi kami harus kembali melihat ini sebagai bagian dari proses kami berdua,” ujar Apriyani.
Ia menambahkan, “Saya dan Lanny memang baru menjalani beberapa pertandingan bersama, sejauh ini baru tiga turnamen. Jadi masih banyak hal yang harus kami benahi.”
Juara Olimpiade Tokyo 2020 itu menyoroti momen krusial di gim kedua ketika mereka gagal mempertahankan keunggulan. Setelah sempat memimpin, pasangan Indonesia kehilangan konsistensi yang dimanfaatkan lawan untuk berbalik unggul.
“Ke depan, ketika kami sedang berada di momentum yang baik, kami harus bisa lebih konsisten,” jelas Apriyani. “Tadi di gim kedua sebenarnya kami sudah unggul, tapi justru bisa dikejar hingga 15-15 dan setelah itu kembali tertinggal 15-17. Di momen itu kami kurang konsisten satu sama lain dan kurang tenang dalam mengambil keputusan.”
Senada dengan Apriyani, Lanny Tria Mayasari menilai titik balik pertandingan terjadi saat mereka lengah setelah unggul jauh di gim kedua. Situasi tersebut membuat ritme permainan mereka goyah dan sulit kembali stabil.
“Di gim kedua sebenarnya dari awal kami sudah mendapatkan pola permainan dan sempat memimpin sampai 15-10. Tapi setelah itu kami terlalu lengah,” kata Lanny. “Saat lawan mulai mengejar hingga menyamakan kedudukan, kami justru jadi bingung sendiri dan tidak bisa menjaga ritme permainan. Itu yang harus menjadi evaluasi kami, terutama dalam menjaga fokus dan ketenangan saat sudah unggul supaya ke depan tidak terulang lagi.”
Duet Apri/Lanny masih membutuhkan waktu untuk menemukan chemistry terbaik. Meski tersingkir lebih cepat di German Open 2026, keduanya menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki konsistensi dan ketenangan di momen-momen penting pertandingan.











