Jakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih takjil selama bulan Ramadhan demi keamanan pangan. Konsumen disarankan memprioritaskan takjil yang segar dan dikemas tertutup untuk meminimalkan risiko kontaminasi.
Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menekankan pentingnya memperhatikan aroma dan warna makanan. “Pastikan takjil tidak berbau asam, apek, atau menyengat. Hindari juga makanan dengan warna yang terlalu mencolok atau terlihat tidak wajar,” ujar Sofiyani.
Selain kualitas produk, kebersihan penjual juga menjadi faktor krusial. Sofiyani mengingatkan agar memilih pedagang yang menjaga kebersihan diri dan lingkungan berjualan. Hal ini dinilai dapat menekan potensi cemaran pangan selama bulan puasa.
BBPOM Jakarta akan kembali melakukan pengawasan pangan takjil selama Ramadhan, serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. “Pengawasan akan kembali dilakukan selama Ramadhan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat,” kata Sofiyani. Namun, ia belum merinci jadwal dan lokasi pasti pengawasan tersebut.
Tahun lalu, pengawasan BBPOM DKI di sentra takjil dan ritel modern menguji 147 sampel pangan. Hasilnya, 4,1 persen atau enam sampel dinyatakan tidak memenuhi syarat, sementara 95,9 persen atau 141 sampel memenuhi ketentuan.
Lokasi pengawasan tahun sebelumnya meliputi Pasar Rawamangun, Pasar Bendungan Hilir, Masjid Akbar Kemayoran, Pasar Kebayoran Lama, Ranch Market Kebayoran Lama, Swalayan Hari-Hari, dan Hypermart Puri Indah. Sebanyak 11 sampel takjil diperiksa, termasuk mi kuning, kue mangkok, dan tahu.
Sofiyani menambahkan, pengawasan makanan olahan juga telah diintensifkan sebelum Ramadhan. Pengawasan ini menyasar supermarket, distributor, importir, dan sarana distribusi pangan lainnya. “Sudah mulai dari tanggal 18 Februari 2026,” ungkapnya.











