Las Vegas – Legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao, dipastikan kembali naik ring untuk menghadapi mantan juara dunia kelas welter ringan asal Rusia, Ruslan Provodnikov. Duel akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Pertarungan ini menandai laga kedua Pacquiao sejak memutuskan kembali dari masa pensiunnya. Pada Juli tahun lalu, petinju berjuluk “PacMan” ini telah melakukan comeback dengan hasil imbang mayoritas melawan juara dunia WBC kelas welter, Mario Barrios.
Pacquiao menegaskan motivasi terbesarnya tetap sama sejak awal karier, yaitu membawa nama Filipina di kancah dunia. “Saya membawa Filipina bersama saya setiap kali bertarung. Dukungan dari negara saya dan para penggemar di seluruh dunia terus menginspirasi saya,” ujar Pacquiao dalam pernyataan resminya.
Laga melawan Provodnikov akan digelar di Thomas and Mack Center, sebuah arena bersejarah yang pernah menjadi saksi banyak pertarungan besar pada era 1990-an. Bagi Pacquiao, kembali bertarung di Las Vegas memiliki makna emosional tersendiri.
“Kembali ke Las Vegas sangat berarti bagi saya, dan saya senang bisa bekerja dengan tim yang fokus menciptakan pengalaman kelas dunia bagi para penggemar. Saya kembali untuk memberi mereka pertarungan hebat dan saya siap,” kata Pacquiao.
Pacquiao sempat mengumumkan pensiun pada 2021 sebelum akhirnya kembali bertarung pada 2025. Di luar ring tinju, ia dikenal sebagai tokoh publik berpengaruh di Filipina, pernah menjabat sebagai senator dan mencalonkan diri sebagai presiden.
Karier tinju Pacquiao nyaris tanpa tandingan dalam sejarah. Ia adalah satu-satunya petinju yang berhasil meraih gelar juara dunia di delapan divisi berbeda. Pada 2019, ia juga mencatat rekor sebagai juara dunia kelas welter tertua pada usia 40 tahun.
Sepanjang karier profesionalnya, Pacquiao membukukan 62 kemenangan, delapan kekalahan, dan tiga hasil imbang dari total 73 pertarungan. Prestasinya semakin lengkap dengan terpilihnya ia masuk International Boxing Hall of Fame kelas 2025.
Kini, di usianya yang ke-47 tahun, Pacquiao kembali menantang usia dan ekspektasi publik. Duel melawan Provodnikov bukan sekadar nostalgia dua mantan juara dunia, tetapi juga pembuktian bahwa sang legenda belum selesai menulis kisahnya di atas ring.











