Sport
Selasa, 27 Januari 2026 – 09:00 WIB
Jakarta, VIVA – Istora Senayan telah melahirkan cerita haru bagi bulu tangkis Indonesia. Sorak ribuan penonton menjadi saksi lahirnya juara baru di sektor tunggal putra, Alwi Farhan.
Pebulutangkis muda jebolan klub Exist Jakarta itu akhirnya mencatat sejarah pribadi setelah merebut gelar Daihatsu Indonesia Masters 2026 level Super 500. Bukan sekadar trofi, kemenangan ini menjadi jawaban atas perjalanan panjang, kerja keras, dan mimpi masa kecil yang selama ini ia simpan rapat.
Pada partai final, Minggu 25 Januari 2026, Alwi tampil tanpa gentar menghadapi wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul. Ia langsung menekan sejak awal laga dan menutup pertandingan dua gim langsung dengan skor telak 21-5, 21-6.
Dominasi itu membuat Istora bergemuruh. Setiap smash dan netting presisi Alwi seakan menambah energi baru bagi publik tuan rumah.
Namun di balik permainan agresifnya, tersimpan kisah emosional yang tak banyak diketahui.
Dari penonton tribun, kini jadi juara Alwi Farhan Raih Juara Tunggal Putra di Indonesia Masters 2026 Indonesia Masters 2026 terasa sangat personal bagi Alwi. Sekitar 8 tahun lalu, ia hanyalah bocah yang duduk di tribun Istora, menyaksikan idolanya Anthony Sinisuka Ginting berjaya.
Kini situasinya berbalik. Namanya sendiri dipanggil sebagai juara.
“Saya sangat bersyukur dan tidak pernah terbayangkan bisa juara di Istora,” ujar Alwi Farhan dalam keterangan yang dikutip PBSI.
Ia lalu melontarkan kalimat yang langsung menyentuh hati publik.
“Akhirnya anak kecil hitam dari Solo bisa menang Indonesia Masters,” sambungnya.
Pengakuan jujur itu menggambarkan betapa panjang perjuangan yang ia tempuh sebelum sampai di titik ini.
Kunci kemenangan di finalAlwi mengaku tidak melakukan strategi rumit di partai puncak. Fokus utamanya hanya memaksimalkan kemampuan terbaiknya sambil menikmati dukungan penonton.
“Strateginya tidak jauh berbeda. Saya hanya memaksimalkan apa yang saya mampu. Lawan terlihat bermain di bawah tekanan, terutama karena atmosfer pertandingan yang sangat seru. Saya beruntung memiliki dukungan penonton Indonesia yang luar biasa,” ujarnya.
Atmosfer Istora yang semakin penuh dari hari ke hari justru memberinya tenaga ekstra.
“Saya merasa penonton semakin ramai dari hari ke hari, atmosfer semakin bagus, dan itu membuat tenaga saya seperti tidak ada habisnya. Meski mungkin kondisi fisik saya tidak 100 persen, tetapi ambisi dan semangat saya selalu penuh,” bebernya.
Halaman Selanjutnya
Usai memastikan gelar, Alwi tidak hanya merayakan kemenangan. Ia juga menyempatkan diri menyampaikan pesan kepada generasi muda bulu tangkis Indonesia yang hadir di arena.











