Riyadh – Pereli Indonesia, Julian Johan, mencatatkan prestasi gemilang dalam debutnya di ajang Rally Dakar 2026. Ia berhasil finis di peringkat kelima secara keseluruhan pada kategori Dakar Classic, mengungguli puluhan peserta dari berbagai negara.

Didampingi navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, Julian Johan menunjukkan performa konsisten hingga garis finis. Hasil ini diumumkan secara resmi oleh penyelenggara sebagai klasemen akhir kategori Dakar Classic.

Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Julian, tetapi juga menambah daftar panjang partisipasi pereli Indonesia di salah satu ajang reli paling menantang di dunia. Keberhasilannya menyelesaikan lomba dinilai signifikan mengingat medan ekstrem dan durasi panjang yang menjadi ciri khas Rally Dakar.

“Bisa menyelesaikan Dakar di peringkat kelima overall pada kategori Dakar Classic sebenarnya di luar ekspektasi, karena tujuan awal memang untuk bisa mencapai garis finish,” ujar Julian Johan, yang akrab disapa Jeje, dalam keterangan resminya.

Selain masuk lima besar klasemen umum, Julian juga menunjukkan performa kompetitif di kelasnya. Ia berkompetisi di Kelas H.2, yang diikuti oleh beragam jenis kendaraan dan tingkat pengalaman peserta.

Setelah melalui balapan selama 14 hari, Julian sukses mengamankan peringkat ketiga di Kelas H.2. Hasil ini memperkuat catatan debutnya sebagai pereli yang mampu bersaing secara konsisten di tengah kondisi medan yang berat.

Menurut Julian, sebagian besar lintasan didominasi oleh gurun batu dan pasir, yang menuntut kesiapan fisik serta ketahanan kendaraan. “Medannya sangat menantang dan tidak biasa untuk pereli Indonesia, sehingga setiap hari kami berusaha berhati-hati,” katanya.

Prestasi membanggakan lainnya diraih Julian di kategori Iconic Classic, di mana ia berhasil meraih peringkat pertama. Kategori ini dikhususkan bagi peserta yang menggunakan mobil balap bersejarah yang pernah terlibat dalam ajang Paris Dakar di era sebelumnya.

Dalam kompetisi tersebut, Julian mengendarai Toyota Land Cruiser 100 yang dipersiapkan oleh tim Compagnie Sahariene asal Prancis. Kendaraan ini memiliki latar belakang historis sebagai mobil yang pernah digunakan pada era kejayaan reli awal tahun 2000-an.

Selama balapan, kendaraan yang digunakan tidak mengalami kendala teknis berarti meskipun harus melintasi medan ekstrem. Julian melaporkan kondisi mobil tetap terjaga hingga etape terakhir, dengan kerusakan minor hanya pada bagian eksterior.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *