Nottingham – Arsenal gagal memanfaatkan peluang emas untuk memperlebar jarak di puncak klasemen Liga Primer Inggris setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Nottingham Forest di City Ground, Sabtu (17/1/2026). Hasil ini terasa pahit bagi tim asuhan Mikel Arteta, terutama setelah Manchester City kalah dari Manchester United.

Arsenal mendominasi pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat mereka gagal mencetak gol.

“Kami datang ke sini untuk menang. Kami memiliki sejumlah peluang besar, tetapi tidak mampu memanfaatkannya. Kredit juga untuk Forest yang sangat terorganisasi,” ujar Arteta usai laga.

Arteta menyoroti peluang yang terbuang dari Gabriel Martinelli, Declan Rice, Mikel Merino, dan Bukayo Saka. Ia menekankan pentingnya ketajaman di depan gawang untuk meraih kemenangan.

“Ketika Anda mendapatkan empat peluang besar seperti yang kami miliki, Anda harus mampu menemukan margin untuk menang. Kami bahkan tidak menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran,” kata Arteta.

Arsenal sempat meminta penalti di menit akhir setelah bola mengenai lengan bek Forest, Ola Aina. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

“Untuk menang, Anda harus menciptakan momen itu. Kami telah menciptakannya, tetapi Forest juga cerdas dalam mengganggu ritme permainan kami,” tambah Arteta.

Dengan hasil imbang ini, Arsenal tetap memimpin klasemen dengan 50 poin, unggul tujuh poin dari Manchester City dan Aston Villa.

Di sisi lain, pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche, mengaku puas dengan penampilan timnya yang mampu menahan tim pemuncak klasemen.

“Saya akan sangat kecewa jika penalti itu diberikan. Kami tampil disiplin dan bekerja keras,” ujar Dyche.

Forest kini berada di posisi ke-17 dengan 22 poin, unggul lima poin dari zona degradasi. Dyche menilai performa melawan Arsenal menjadi modal penting, meski timnya masih perlu berjuang keras untuk bertahan di Liga Primer.

“Kami harus realistis dengan posisi kami saat ini. Ada banyak hal positif hari ini, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Dyche.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *