Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) untuk mengembangkan domino menjadi industri olahraga yang berkontribusi pada perekonomian nasional. Dorongan ini disampaikan Erick usai menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Orado se-Indonesia di Jakarta, Rabu (7/1/2026) malam.

Erick menekankan bahwa pandangan terhadap olahraga nasional tidak boleh hanya terpaku pada prestasi atau perolehan medali. Ia melihat potensi ekonomi besar dalam industri olahraga global yang nilainya mencapai Rp80 triliun dengan pertumbuhan tahunan sekitar delapan persen.

“Saya ingin melihat perspektif olahraga nasional ini tidak hanya dilihat dari prestasi,” ujar Erick.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang menguasai 40 persen industri olahraga dunia melalui cabang seperti basket, american football, dan baseball. Negara lain seperti Inggris (sepak bola), Australia (rugby), dan India (kriket) juga berhasil menjadikan olahraga sebagai ekosistem ekonomi kuat. Bahkan, olahraga seperti UFC dan WWE dikembangkan dengan pendekatan industri hiburan.

Menurut Erick, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai cabang olahraga, termasuk domino, menjadi bagian dari industri olahraga nasional. Pengelolaan yang terstruktur dapat menciptakan nilai ekonomi dari olahraga, tidak hanya sebagai sarana prestasi dan kesehatan.

Erick memaparkan struktur perputaran uang dalam industri olahraga, di mana dana pemerintah berkontribusi sekitar 10-15 persen. Sisanya berasal dari investasi swasta (30 persen) dan perputaran ekonomi dari aktivitas olahraga itu sendiri (55 persen).

Menpora menyambut positif kehadiran Orado sebagai wadah olahraga domino. Ia menilai Orado berpotensi menjadi motor penggerak pengembangan industri olahraga nasional melalui cabang yang dekat dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *