 Sport

Senin, 29 Desember 2025 – 08:00 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Masniari Wolf kian menguat sebagai simbol kebangkitan renang putri Indonesia. Atlet berdarah Batak dan Jerman itu kembali mencetak sejarah setelah meraih medali emas nomor 50 meter gaya punggung putri di SEA Games 2025 Thailand.

Catatan waktunya, 28,80 detik, bukan hanya memastikan podium tertinggi, tetapi juga menegaskan dominasinya di Asia Tenggara.

Capaian tersebut melengkapi hattrick emas SEA Games yang diraih Masniari secara beruntun sejak Vietnam 2021, Kamboja 2023, hingga Thailand 2025. Konsistensi ini menjadikannya tulang punggung tim renang Indonesia untuk bersaing di level internasional yang lebih tinggi.

Namun, di balik torehan prestasi yang kini melesat, perjalanan Masniari Wolf dibangun dari proses panjang dan tekad kuat sejak usia belia. Ia mengungkapkan dunia renang sudah ditekuni sejak berusia 11 tahun saat tinggal di Jerman, mulai dari Wiesbaden hingga Frankfurt.

Perenang Indonesia, Masniari Wolf “Jadi saya sudah berenang selama hidup saya dan dahulu sebagai anak kecil saya terus melakukannya karena ini menyenangkan. Saya bisa melakukannya sekali dalam seminggu hingga saya mendapat tawaran dari seorang pelatih tim yang lebih tinggi dari klub saya,” ujar Masniari dikutip dalam keterangan resminya.

Tawaran tersebut menjadi titik balik penting dalam kariernya. Pelatihnya meminta Masniari berlatih empat kali seminggu, sebuah keputusan yang awalnya sempat ia ragukan.

“Dia bilang ingin saya bergabung di timnya dan berlatih empat kali dalam seminggu. Tapi pada saat itu saya sempat tidak ingin lebih banyak berlatih, karena saya hanya ingin menikmati renang satu kali seminggu. Tapi setelah beberapa bulan, saya coba masuk tim tersebut,” jelasnya.

Keputusan tersebut terbukti tepat. Masniari mulai berkembang pesat dan menunjukkan peningkatan kecepatan sejak usia 11 tahun. Ia pun menilai keputusannya untuk berlatih lebih intens sebagai langkah yang benar, karena proses itu membuatnya semakin menikmati dunia renang hingga akhirnya terus dijalani sampai sekarang.

Menariknya, Masniari sempat berniat fokus ke gaya bebas. Namun, insting pelatih melihat potensi besar lain dalam dirinya.

“Saya sempat memutuskan untuk mendalami renang gaya bebas. Lalu pelatih bilang untuk belajar backstroke, karena saya mempunyai kecepatan di gaya itu,” ucap Masniari.

Halaman Selanjutnya

Namanya mulai benar-benar diperhitungkan di dunia akuatik Indonesia saat meraih emas SEA Games pertamanya di Vietnam pada 2021. Prestasi itu berlanjut di Kamboja 2023 dan kembali terulang di Thailand 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *