Padang – Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) meminta FIFA menyelidiki dugaan tindakan tidak sportif yang dilakukan pemain Timnas U-17 Korea Utara. Insiden ini terjadi sebelum laga melawan Timnas U-17 Jepang di babak 16 besar Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Momen itu terjadi saat kedua tim berbaris untuk berjabat tangan sebelum pertandingan dimulai. Beberapa pemain Korea Utara dilaporkan melayangkan pukulan ke tangan pemain Jepang, alih-alih melakukan jabat tangan yang sportif.
“Saat kedua tim berbaris sebelum pertandingan, keadaan menjadi aneh ketika beberapa pemain Korea Utara mulai meninju lawan mereka,” demikian laporan The Sun.
JFA telah menyerahkan rekaman insiden tersebut kepada FIFA dan menuntut tindakan tegas. “Kami ingin FIFA membuat keputusan,” kata juru bicara JFA, seperti dikutip portal Chunichi.
Wasit sendiri tidak mengambil tindakan apapun saat insiden terjadi. Jika terbukti bersalah, Timnas U-17 Korea Utara terancam sanksi dari FIFA.
Di lapangan, Jepang berhasil mengalahkan Korea Utara 5-4 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Jepang kemudian terhenti di perempat final usai dikalahkan Austria 0-1.
Ketegangan antara Jepang dan Korea Utara telah berlangsung lama, dipicu isu penculikan warga Jepang pada akhir 1970-an dan 1980-an, serta serangkaian uji coba rudal Korea Utara yang melewati wilayah udara Jepang.











