Jakarta – Manchester City menunjukkan dominasinya dengan melibas Liverpool 3-0 pada Minggu (9/11/2025). Kemenangan ini menjadi bukti kehebatan Pep Guardiola sebagai salah satu pelatih terbaik dunia.
Laga kontra Liverpool menjadi pertandingan ke-1.000 dalam karier manajerial Guardiola. Ia juga mencatatkan kemenangan ke-716.
Guardiola tampak emosional di Stadion Etihad. Kemenangan atas rival berat itu menjadi simbol konsistensi selama hampir dua dekade melatih.
“Terima kasih kepada para pemain dan staf pelatih yang telah memberikan hadiah ini kepada saya,” ujar Guardiola seusai laga. “Bangga bisa melakukannya di sini, di Manchester, bersama City saya.”
Kemenangan ini menjawab kritik yang menyebut Guardiola mulai kehilangan sentuhannya. City membuktikan diri sebagai kekuatan utama di bawah arahan pelatih asal Katalunya itu.
Sejak 2016, Guardiola mengubah Manchester City menjadi tim dengan permainan menyerang dan disiplin taktik. Ia telah mengoleksi enam gelar Liga Inggris, dua Piala FA, empat Piala Liga, dan satu trofi Liga Champions bersama City.
Sempat terseok di awal musim, City kini menang 11 kali dan hanya kalah sekali dari Aston Villa dalam 14 pertandingan terakhir di semua ajang.
Erling Haaland tampil klinis, Phil Foden bermain penuh semangat, dan Jeremy Doku mencetak gol indah yang memastikan tiga poin bagi City.
Guardiola memuji para pemainnya yang tampil solid meski tanpa gelandang andalan Rodri. “Kami bermain melawan juara bertahan dan para pemain menunjukkan karakter luar biasa,” katanya.
Bagi Guardiola, kemenangan ke-716 ini adalah simbol perjalanan panjang yang dimulai dari tim Barcelona B pada 2007. “Periode saya di Barcelona B adalah fondasi untuk banyak hal,” kenangnya.
Hingga kini, Guardiola telah meraih 12 gelar liga dan tiga trofi Liga Champions. Ia menegaskan fokusnya adalah menjaga konsistensi dan terus berkembang.
City kini hanya terpaut empat poin dari Arsenal di puncak klasemen. Guardiola optimistis timnya akan kembali bersaing hingga akhir musim.
“Saya punya perasaan yang baik tentang musim ini,” pungkasnya. “Jika kami mempertahankan konsistensi, kami akan berada di sana saat musim berakhir.”











