Surakarta – Yakob Sayuri kembali menunjukkan performa gemilang bersama Malut United setelah melewati masa sulit bersama Timnas Indonesia.
Winger Timnas Indonesia itu seolah bangkit dari tekanan usai penampilan kurang memuaskannya di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Yakob Sayuri sempat menjadi sasaran kritik suporter setelah laga Timnas Indonesia melawan Arab Saudi, Kamis (9/10/2025).
Pada pertandingan itu, Yakob diposisikan sebagai bek kanan dalam formasi empat bek oleh pelatih Patrick Kluivert yang kini telah dipecat PSSI.
Performa Yakob dinilai kurang optimal karena bermain bukan di posisi aslinya, membuatnya menjadi titik lemah saat menghadapi pemain sayap Arab Saudi.
Setelah jeda internasional, Yakob dan Yance Sayuri kembali memperkuat Malut United di Super League 2025/26.
Malut United baru saja mengalahkan Persis Solo dengan skor 1-3 pada pekan kedelapan Super League, Senin (21/10/2025) malam.
Yakob tampil di sayap kiri, melengkapi trio lini depan bersama David Da Silva dan Ciro Alves.
Ia juga menyumbang satu gol melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti, memastikan kemenangan 1-3 bagi Malut United.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengungkapkan bahwa Yakob sempat terpengaruh oleh kritik yang diterimanya.
“Kita tahu semua bahwa Timnas Indonesia akhirnya gagal, dia juga sempat menelepon saya. Saat itu, Yakob merasa sangat kecewa. Dia juga merasa bersalah,” kata Hendri sebelum pertandingan.
“Dia sempat meminta waktu libur tambahan beberapa hari.”
“Namun, kami semua di klub, dan juga teman-temannya, tetap memberikan support untuk dia. Sebab, itu dalam sepak bola sudah biasa,” jelasnya.
Tambahan waktu istirahat tampaknya berdampak positif, terlihat dari penampilan impresif Yakob.
“Mudah-mudahan, setelah mendapatkan support, dia di latihan juga sudah oke. Mungkin kepercayaan dirinya sudah timbul lagi.”
“Kami berharap dia bisa kembali ke performa terbaiknya. Apalagi dia juga aset tim nasional kita,” ujar Hendri.
Kembalinya Yakob ke performa terbaiknya membuka peluang baginya untuk kembali dipanggil ke Timnas Indonesia, terlepas dari siapa pun pelatihnya.











